Kota New York Pecahkan Rekor Tertinggi Covid-19, Lampaui Italia dan Spanyol

Rumah sakit darurat untuk pasien Covid-19 yang didirikan di Queens, New York City. New York melaporkan kasus tertinggi positif virus Korona (Bryan R. Smith/AFP)

FAJAR.CO.ID, NEW YORK– Negara bagian New York, pusat dari penularan Coronavirus di Amerika Serikat, telah melaporkan kasus positif tertinggi. Bahkan kasus di New York saja melebihi beberapa negara Eropa pada Rabu (8/4) per data dari negara bagian dan berdasar Johns Hopkins.

“New York memecahkan rekor terinfeksi dan jumlah kematian tertinggi dalam satu hari,” kata Gubernur New York Andrew Cuomo.

New York telah melaporkan 149.316 kasus pada Rabu (8/4), sementara Spanyol melaporkan 148.220 kasus dan Italia melaporkan 139.422 kasus secara total. Gubernur New York Andrew Cuomo mengatakan pada Rabu (8/4) bahwa jumlah kematian akan terus meningkat.

“Karena mereka yang dirawat di rumah sakit sudah lama berlalu sebelumnya,” ungkapnya seperti dilansir dari Axios, Kamis (9/4).

Tapi, dia tetap optimis AS bisa menurunkan kurva. “Tidak ada keraguan bahwa kami sekarang menekuk kurva,” ungkapnya.

“Ingat apa yang terjadi di Italia ketika seluruh sistem perawatan kesehatan dibanjiri pasien. Jadi kita harus tetap rajin, kita harus tetap disiplin maju,” tuturnya.

Dalam laman New York Times, Kamis (9/4), Coronavirus di New York diperkirakan berasal dari Eropa. Penelitian baru menunjukkan bahwa Coronavirus mulai beredar di daerah New York pada pertengahan Februari, beberapa minggu sebelum kasus pertama dikonfirmasi. Artinya virus itu dibawa oleh para pelancong dari Eropa, bukan Asia.

“Mayoritas jelas orang Eropa (yang membawa virus),” kata Ahli Genetika di Sekolah Kedokteran Icahn Gunung Sinai, Harm van Bakel.

Saat ini, secara total AS melaporkan 435.160 kasus positif Covid-19. Jumlah kematian mencapai 14.797 orang. Sementara yang sudah disembuhkan 22.891 orang. (jpc/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar

Comment

Loading...