Mahasiswa Indonesia Disarankan Pulang Jika Kondisi Makin Memburuk

Kamis, 9 April 2020 12:54

Mahasiswa INA di Australia/ilustrasi

“Sekarang lagi dibantu sama teman, tinggal di tempatnya dan bayar ongkos sewa murah,” kata Angie yang diwawancara lewat telepon Senin malam (06/04).

Sama seperti David, Angie juga mengaku pernyataan Perdana Menteri Australia masuk akal, karena setiap negara pasti akan lebih prioritaskan warganya terlebih dulu.

“Tapi bagi mahasiswa internasional, termasuk dari Indonesia, keputusan kalau kita harus pulang atau stay di sini juga pastinya susah sekali, apalagi kalau sudah di pertengahan kuliah.”

Pemerintah Indonesia telah dinilai banyak pihak lambat dalam menangani pandemi COVID-19, menjadi pertimbangan Angie yang sedang menempuh pendidikan Diploma jurusan Early Childhood Education and Care ini.

“Kalau balik ke Indonesia risiko kita terinfeksi lebih tinggi daripada kalau kita stay di sini.”

Terpaksa pulang bila kondisi tidak membaik

Mahasiswa Indonesia lainnya di Australia, yakni Aldo yang sedang mengambil program master di Charles Darwin University, mengatakan keputusan untuk pulang ke Indonesia akan diambilnya, jika kondisi di Australia dalam empat bulan ke depan tidak menunjukkan perbaikan.

Sejak kehilangan pekerjaannya sebagai barista di sebuah kedai kopi di Darwin, Aldo mulai menggunakan uang kuliahnya untuk membayar keperluan sehari-hari.

Menurutnya, ia telah menyediakan bukti dapat membiayai diri sendiri selama 12 bulan saat mengajukan ‘student visa’, seperti yang dikatakan PM Morrison.

Komentar