Mengenal Mesin PCR Test Covid-19 yang Tiba di Tanah Air

Kamis, 9 April 2020 17:14

Seorang ibu diambil darahnya oleh petugas medis Puskesmas Makassau untuk dites Covid-19 Selasa, 7 April. Pemeriksaan di ...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Sejak 16 Maret 2020, Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman telah ditunjuk Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk melakukan pengujian spesimen virus corona di Indonesia. Mereka bertugas melakukan tes PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk mendeteksi materi genetik spesifik yang terdapat di dalam virus.

Kepala LBM Eijkman, Prof Amin Soebandrio mengatakan, pihaknya dalam sehari bisa melakukan 180 tes menggunakan dua mesin PCR yang mereka miliki saat ini. Dalam waktu dekat, Amin berharap bisa meningkatkan kapasitas pengujian 270 hingga 1000 tes per hari dengan rencana penambahan satu mesin PCR berkapasitas 800 tes per hari.

“Ditargetkan bisa 1.000 (tes COVID-19) per hari akhir April,” ujar Amin, kepada kumparan, Rabu (8/4).

Amin menjelaskan, virus corona SARS-CoV-2 tergolong dalam jenis virus RNA. Untuk melakukan pengujian terhadap jenis virus ini, maka RNA harus diekstraksi terlebih dahulu melalui prosedur yang cukup riskan sehingga prosesnya harus berlangsung di laboratorium BSL 3.

“Para petugas laboratorium dan peneliti memiliki risiko tinggi terpapar virus. Oleh karena itu harus dilakukan di fasilitas BSL 3. Minimum BSL2 dengan prosedur yang sangat ketat,” jelasnya. Amin mengungkap, metode PCR yang digunakan Eijkman saat ini bersifat kuantitatif atau quantitative real-time PCR. Metode ini disebutnya berbeda dengan PCR yang konvensional.

Komentar


VIDEO TERKINI