SBY: Beliau-beliau Ingin Mengganjar Para Penghina dengan Penalti Hukuman

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat kasus positif penyakit yang disebabkan Virus Corona jenis baru di Indonesia hampir menyentuh angka 3.000, tepatnya sebanyak 2.956 kasus, sementara 222 pasien sembuh dan 240 orang meninggal dunia hingga Rabu (8/4).

Di tengah hirup-pikuk nitizen merespon wabah ini, mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta masyarakat tidak berlebihan dalam mengkritisi pemerintah dan menggunakan kata-kata yang lebih beradab.

Ya, SBY khawatir sejumlah pejabat pemerintah tidak bisa menerima kata-kata yang keras dan kasar, karena merasa sudah berupaya dan berbuat dalam mengatasi krisis akibat Virus Corona saat ini. ”Karena merasa dihina, beliau-beliau (di pemerintahan, Red) ingin mengganjar para penghina itu dengan penalti hukuman,” kata SBY berdasarkan rilis yang diterima, Rabu (8/4).

Padahal, menurut SBY, pemerintah telah berupaya menanggulangi wabah Covid-19 secara serius dengan segala keterbatasan yang dimiliki, termasuk keterbatasan keuangan negara. ”Pemerintah telah berupaya untuk serius menanggulangi wabah Corona ini,” kata SBY.

Karena itu, SBY meminta masyarakat tidak terlalu cepat menuduh pemerintah tidak serius bahkan tidak berbuat apa-apa di dalam menanggulangi wabah pandemik global itu. SBY mengingat dulu juga pernah mengalami hal yang sama sewaktu menduduki jabatan Presiden RI. Ketika itu, kata dia, Indonesia juga sedang berada dalam krisis ekonomi global.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar