Sulsel Dapat Jatah PCR dari Pusat, Bisa 1.000 Test Covid-19 per Hari

Mesin PCR asal Swiss segera dipasang di Makassar.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA— Pemerintah Indonesia kini punya 20 alat tes Reaksi berantai polimerase (PCR). Terdiri atas dua buah RNA Extractor Automatic dan 18 Detector PCR yang alan didistribusikan ke 12 provinsi.

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Mahendra Sinulingga mengatakan, pemerintah baru saja membeli alat tersebut dari Swiss Roche sekitar tiga pekan lalu. Baik RNA dan PCR, kata dia, sama sama digunakan untuk identifikasi Covid-19. RNA Extractor bisa mengetahui hasil tes RNA hingga 1.000 perhari, sementara Detector PCR memiliki kapasitas 500 tes perhari.

“Apabila semua alat tes telah terinstal maka dalam satu hari bisa mengetahui hasil tes 9.000 hingga 10.000. Jadi hitungannya, jik dalam satu hari bisa dilakukan 5.000 hingga 10.000 tes, maka dalam sebulan bisa mencapai 300.000 tes,” bebernya saat konferensi pers di BNPB, siang kemarin.

Dia menjelaskan, khusus untuk RNA akan disimpan di beberapa rumah sakit rujukan di DKI Jakarta. Sementara PCR akan didistribusikan ke 12 provinsi, dengan kasus Covid yang cukup tinggi. Saat ini satu alat PCR telah terpasang di salah satu rumah sakit di Provinsi DKI Jakarta.

Di samping DKI Jakarta, sebelas provinsi penerima alat ini yaitu Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Lampung, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Papua. Hanya saja perakitan alat ini membutuhkan waktu dan kehati-hatian yang tinggi.

Komentar

Loading...