Sulsel Masuk Zona Merah, Ni’matullah: Perlu Tim Kecil yang Kerja Senyap

Wakil Ketua DPRD Sulsel, Ni'matullah Erbe (tengah). (mustaqim/fajar)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Wakil Ketua DPRD Sulsel Ni’matullah menyarankan kepada Pemprov Sulsel atau Gugus Tugas Covid-19 untuk membentuk tim kecil yang didalamnya tergabung sejumlah unsur.

Ulla sapaan akrab Ni’matullah mengatakan tim kecil ini perlu dibentuk untuk bekerja senyap yang mampu memberikan masukan dan saran dalam melakukan tindakan di lapangan bagi tim gugus tugas.

“Mungkin saja hal ini sudah dipikirkan oleh Pak Gub (Nurdin Abdullah). Menurut saya, sejak awal mestinya (saat ini belum terlambat), gugus tugas membentuk dan menugaskan tim kecil berbentuk sebuah panel ahli yang anggota-anggotanya berasal dari multi disiplin, misalnya dokter ahli pandemi, ahli kesehatan masyarakat, polisi, TNI, PMI, pekerja sosial dan ekonom,” ungkap Ulla.

“Tugas tim kecil itu bekerja senyap, tidak teknis dan mampu lahirkan rekomendasi-rekomendasi tindakan di lapangan. Secara garis besar tim itu merumuskan sebuah ‘Peta Jalan’ bagi gugus tugas dan bagi kita semua tentang kapan, apa dan bagaimana kita keluar dari Pandemi Covid-19,” sambungnya.

Ketua DPD Demokrat Sulsel itu, melihat bahwa kerja-kerja gugus tugas, tim medis dan semua pihak untuk menangani Covid-19 sangat baik, hanya saja belum maksimal.

“Kita di Sulsel adalah salah satu daerah yang masuk kategoru zona merah di luar Pulau Jawa. Padahal, kita tahu, lihat dan rasakan bahwa Pemda dan terutama para petugas medis sudah bekerja sangat ekstra keras menghadapi wabah Covid19 ini. Namun semua itu terlihat seperti kerja pemadam kebakaran yang bereaksi dari satu masalah ke masalah baru dan muncul tiap hari,” ujarnya.

Ulla mengatakan, bila saja langkah dan strategi yang dilakukan oleh pemerintah tidak tepat, maka akan muncul kekhawatiran dan membuat masyarakat bertanya-tanya.

“Saya yakin, hampir kita semua yang ada di Sulsel saat sekarang ini, mulai bertanya-tanya, kapan kecemasan dan ketakutan ini berhenti. Bagaimana indikator dan keadaan daerah kita sehingga kita bisa nyatakan dan deklarasikan bahwa Sulsel sudah aman dan terkendali dari wabah Covid-19?,”

“Itulah, pentingnya muncul skenario-skenario yang jelas dan detail sebagai ‘peta jalan’, sehingga kerja dan upaya kita semua secara bersama-sama memiliki arah dan target, sekali lagi, tim kecil dalam bentuk panel ahli, bisa jadi strategis kehadiran dan perannya,” tutupnya. (taq/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Adi Mirsan

Comment

Loading...