Ultimatum Kemenag, Politisi Golkar Tolak Dana BOS Dipakai Tangani Covid-19

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syadzily. (IST)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– DPR meminta Kementerian Agama agar dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tetap digunakan untuk mendanai operasional sekolah yang tetap berjalan seperti membayar guru honorer, karyawan harian, intensif guru dan membantu siswa dalam penerapan belajar jarak jauh.

Ultimatum ini diungkap Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily. Politisi Parta Golkar ini tidak merestui Kemenag mengalihkan dana BOS untuk penanganan virus Corona.

“Saya tidak setuju jika dana BOS untuk penanganan Covid-19. Anggaran BOS jangan diarahkan ke Covid-19. Terkait dana penanganan Covid-19 lebih baik koordinasi dengan BNPB,” ujar Ace saat rapat kerja Komisi VIII DPR RI dengan Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi beserta jajaran yang dilaksanakan secara virtual, Rabu (8/4/2020).

Ace Hasan meminta Kemenag untuk lebih fokus terhadap dampak Covid-19 dari sisi keagamaan dan pendidikan keagamaan. Ia mengemukakan bahwa dalam proses belajar jarak jauh bagi siswa dan mahasiswa masih menemui banyak kendala yang harus segera dicarikan jalan keluar.

“Saya dosen dan meski saat ini sedang Covid-19, saya tetap aktif mengajar. Banyak mahasiswa mengeluhkan biaya e-learning. Saya juga membaca harian nasional hari ini, ada berita mahasiswa di kosan kekurangan makanan,” jelas Ace.

Lebih lanjut Ace juga meminta Kemenag segera mendata siswa di sekolah, pesantren dan mahasiswa di perguruan tinggi yang terdampak Covid-19. Hal ini agar memudahkan Kemenag dalam menyalurkan bantuan.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar