Warga Terdampak Covid-19, Tito Instruksikan Pemda Berikan Bansos

Kamis, 9 April 2020 22:17

mendagri-tito-karnavian

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menginstruksikan kepada pemerintah daerah untuk memberikan hibah atau bantuan sosial (Bansos).

Hibah dan Bansos di masa pandemi Covid-19 ini sasarannya adalah masyarakat di luar penerima bantuan dari pemerintah pusat.

“Pemberian hibah atau bansos sesuai dengan instruksi Mendagri Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pencegahan Penyebaran dan Percepatan Penanganan Covid-19 di lingkungan Pemerintah Daerah,” kata Tito dalam keterangannya, Kamis (9/4).

Tito meminta, pola penyaluran bantuan soaial harus sesuai dengan kondisi sosial dan geografis masyarakat. Dia juga meminta, agar membuat kanal pengaduan bagi masyarakat yang harus tersosialisasikan dengan baik pada masyarakat. “Lakukan pembinaan kepada masyarakat untuk menciptakan kemandirian selama masa pandemi,” ucap Tito.

Selain Hibah dan Bansos yang diberikan Pemda, lanjut Tito, bantuan yang juga diberikan untuk masyarakat terdampak pandemi agar menyiapkan program jaring pengaman sosial. Salah satunya adalah lewat Program Keluarga Harapan (PKH).

Pemerintah juga memutuskan, menambah jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH dari tadinya 9,2 juta keluarga, kini menjadi 10 juta keluarga. Selain itu, program sembako untuk KPM juga naik, dari 15,2 juta menjadi 20 juta.

Sementara itu, untuk membantu masyarakat kurang mampu di wilayah Jabodetabek dan luar Jabodetabek yang terdampak pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), pemerintah telah menyiapkan skema program jaring pengaman sosial. Program ini akan diberikan dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT). “Akan dilakukan pemberian BLT di wilayah Jabodetabek dan di luar Jabodetabek sebesar Rp 600.000 per bulan selama 3 bulan,” ujarnya.

Komentar