Zona Merah Covid-19, Warga Diminta Berpikir Dua Kali Masuk Kota Makassar

Kamis, 9 April 2020 08:42

Pemeriksaan di perbatasan Kota Makassar. (IST)

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Anggota DPRD Kota Makassar, Kasrudi meminta Pemerintah Kota memperketat pemeriksaan arus keluar-masuk orang di pintu masuk kota Makassar. Khususnya di pintu perbatasan Gowa-Makassar dan Maros-Makassar.

Tekanan ini cukup beralasan melihat kota Makassar masuk kategori zona merah dengan catatan pasien positif Corona terbanyak di Sulsel. Hari Rabu (8/4/2020), telah ditemukan 76 kasus Covid-19 di Makassar, ODP sebanyak 420 orang dan PDP 145 orang.

Kasrudi berharap Pemkot melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah Maros serta Gowa terkait pembatasan orang yang masuk atau keluar dari Makassar.

Menurutnya penyampaian tersebut harus dilakukan secara masif dan komprehensif. Termasuk sosialisasi physical distance dinilai masih sangat minim.

“Menurut saya rugi bagi orang yang ingin masuk ke Makassar. Karena di sini kan zona merah. Jangan sampai orang dari kabupaten lain yang awalnya sehat terus masuk ke Makassar malah jadi terinfeksi. Ini yang jadi kekhawatiran kami,” tutur Kasrudi dalam sambungan telepon, Kamis (9/4/2020).

Kasrudi menekankan, pembatasan orang sangat perlu dilakukan saat ini, meski sebenarnya sudah terlambat. Jika tidak ada keperluan mendesak, masyarakat dari wilayah lain sebaiknya berpikir dua kali untuk datang ke Makassar.

“Saya tidak minta orang dari daerah lain dilarang masuk ke Makassar. Tapi sebaiknya mereka berpikir dua kali. Perlu adanya pembatasan,” tegasnya lagi.

Adalah tugas pemerintah memikirkan teknisnya akan seperti apa. Perlu ketegasan pemerintah demi kemaslahatan masyarakat umum.

Ditambahkan Kasrudi, adanya himbauan Pemkot tentang karantina parsial dipandang tidak berjalan maksimal. Politisi Gerindra ini melihat masih banyak perkumpulan orang di sejumlah titik di Makassar.

“Karantina parsial ini hanya sekedar himbauan saja, prakteknya nol. Lihat saja kenyataannya masih banyak orang berkerumun, jalan mulai macet,” tandasnya.

“Saya minta pemkot jangan hanya wacana, turun ke lapangan lihat sendiri kenyataannya. Lakukakan sosialisasi, tindak tegas yang melanggar. DPRD kota siap membantu,” pungkas Kasrudi. (endra/fajar)

Komentar