Hadapi Wabah Corona, Pimpinan Muhammadiyah Sampaikan Pesan Menyejukkan

Jumat, 10 April 2020 15:07

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agus Taufiqurrahman. (IST)

FAJAR.CO.ID, YOGYAKARTA– Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agus Taufiqurrahman menyampaikan kepada seluruh umat muslim di Indonesia menyikapi pandemi corona dengan sikap yang tepat.

Agus mengatakan bahwa saat ini umat manusia berada dalam suasana pandemi global. Hal ini dirasakan oleh hampir seluruh dunia termasuk Indonesia. Agus menegaskan ketika datang ancaman kesehatan, orang perlu perhatian serius dengan sikap yang tepat.

“Dalam pesan Rasul menegaskan bahwa kesehatan harus dijaga dengan baik. Hadis Nabi tentang lima hal sebelum datang lima hal yang lain, salah satunya ialah menjaga kesehatan sebelum datang sakit. Karena menjaga kesehatan sebagai perintah yang disampaikan Rasul, maka kita harus senantiasa merawatnya dengan baik. Itu bagian dari ibadah,” terang Agus.

Kesehatan mungkin bukan segala-galanya, tapi menurut Agus tanpa anugrah sehat dari Allah, segalanya tak dapat dinikmati dengan baik. Agus mengutip sabda Nabi yang menyatakan bahwa ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang.

“Bagaimana sikap kita? Ada sebagian sikap kaum muslim yang mengatakan bahwa bukankah kematian itu di tangan Allah? Kalau Allah menjadikan sehat ya sehat, kalau sudah sakit ya sakit. Padahal kita perlu ikhtiar dalam menyikapi pandemi global ini,” tutur Agus.

Agus menerangkan bahwa justru karena takut kepada Allah, maka menghadapi virus ini harus dengan sesuai tuntunan-Nya. Pada saat wabah terjadi di zaman Rasul, beliau memberi tuntunan dalam sebuah hadis yang isinya ketika di suatu tempat ada wabah, maka tidak boleh orang yang berada di lingkungan wabah itu keluar dari tempat itu. Dan orang yang di luar tidak boleh masuk ke dalam tempat wabah beredar. Tuntunan dari Rasul tersebut menurut Agus sebagai bagian dari ikhtiar.

“Di antara ikhtiar-ikhtiar sebagai akhlak kita, agar kita yang sehat supaya tidak jadi bagian yang tertular Covid-19. Ini penting. Karena kalau kita salah dalam mengambil sikap, virus dapat menimpa dan memperburuk kesehatan kita,” ucapnya.

Agus menerangkan bahwa Covid-19 secara keilmuan lawannya adalah sistem imun manusia. Pertahanan satu-satunya yang bisa diandalkan untuk saat ini menurut Agus adalah imunitas masing-masing. Maka ketika vaksin anti virus belum ditemukan, kata Agus, kita berusaha menjaga bagaimana agar tubuh tetap dalam kondisi optimal.

Agus mengingatkan dalam menyikapi wabah global ini disikapi dengan optimis bahwa semuanya akan berakhir. Dalam hadis Nabi yang diriwayatkan Muslim menyebutkan bahwa setiap penyakit yang Allah turunkan akan disertai dengan obatnya.

“Yang lebih penting lagi, selain menjaga kesehatan fisik dan mental, kita harus bangun peran spiritual dengan baik. Salat jalan terus di rumah. Jadi kita menjalani salat di rumah, sesungguhnya sedang menjalankan sunnah Nabi yang lain. Maka spiritual harus tetap dijaga, baca al Quran dan salat malam harus tetap berjalan,” jelasnya.

“Padahal secara keilmuan, untuk mendapatkan vaksin butuh waktu berbulan-bulan, untuk membuktikan vaksin ini memiliki efektivitas butuh penelitian yang panjang. Tapi kadang kita cepat sekali dapat info yang keliru. Maka berhati-hatilah dalam bermedsos,” pesan Agus. (endra/fajar)

Bagikan berita ini:
4
3
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar