Instruksi Soal Covid-19 Kelewat Banyak, Kades Pusing Minta Ampun

Jumat, 10 April 2020 23:08

FOTO: JPNN

FAJAR.CO.ID — Darurat corona di negeri ini memang bikin pusing para pejabat. Bukan hanya di pusat para kepala desa pun merasakannya.

Pasalnya, puluhan imbauan, surat edaran hingga perintah datang dan beredar sejak masa darurat virus corona.

Seperti halnya di Kabupaten Karawang. Banyaknya imbauan itu membuat salah seorang kepala desa di Kecamatan Tempuran, Entis Sutisna, bingung.

Bukannya membantu, imbauan dan lainnya itu justru membuat pusing, karena semua harus dilaksanakan.

“Bukan saja urusan sekolah dari rumah, arahan kebijakan kredit perbankan, maklumat larangan kerumuman masa dari Kapolri, pembentukan relawan COVID-19 tingkat desa, kebijakan penyemprotan massal disinfektan tingkat desa, dan lainnya,” ucap Entis Sutisna seperti dikutip dari Radar Karawang, Jumat (10/4/2020).

Belum lagi, tambahnya, perintah usulan alokasi dana transfer desa yang skemanya sedikit berubah, pendataan calon penerima Bangub Pengaman Sosial, hingga fatwa MUI soal peribadatan yang tak luput dari edaran tersebut harus menjadi perhatian khusus para Kades.

Di sisi lain, dana transfer desa di musim ini belum cair. Hingga saat ini, dirinya mengaku sudah merogoh kantong dalam-dalam di sela-sela skema dana desa dan DBH masih berkutat di seputaran usulan yang tak kunjung cair.

“Baik penyemprotan disinfektan, hingga penanganan lainnya, harus dilakukan,” ujarnya.

Dia mengaku, jika surat edaran hingga kebijakan yang semakin gemuk ke desa-desa. Karena, semuanya tidak satu pintu, melainkan arahannya di hampir setiap intansi, dari Dinkes ada edaran, dari Polri juga ada, Kementerian Agama, Disdikpora, BPBD hingga pendamping desa dan MUI juga sama.

Komentar


VIDEO TERKINI