Isu 8 Bank Berpotensi Gagal, Ini Penjelasan LPS

Jumat, 10 April 2020 13:51

Ilustrasi aktivitas perbankan, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menjamin dana nasabah yang disimpan di perbankan Indonesi...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menegaskan bahwa isu terkait terdapat 8 bank yang berpotensi gagal tidak benar. Sebab, menurut LPS kondisi perbankan nasional secara menyeluruh masih stabil jika dilihat dari beberapa indikator yang ada.

“Sehubungan dengan munculnya berita-berita terdapat 8 (delapan) bank yang berpotensi gagal, kami ingin menegaskan bahwa berita tersebut tidak benar,” terang Sekretaris LPS Muhamad Yusron dalam keterangan tertulis, Jumat (10/4).

Indikator yang dimaksud, yakni tingkat permodalan yang angkanya mencapai 22,27 persen dengan kondisi likuiditas yang relatif cukup dengan LDR (loan deposit rate) sebesar 91,76 persen.

“Beberapa bank bahkan memiliki LDR lebih rendah terutama BUKU 1 dan 2 yang berada di level 88 dan 89 persen,” tambahnya.

Untuk risiko kredit (NPL gross) juga terpantau stabil di level 2,79 persen dengan ROA (return of assets) sebesar 2,46 persen. Selain itu, simpanan juga masih menunjukkan pertumbuhan year on year positif yakni sebesar 7,77 persen, bahkan data harian di akhir Maret 2020 memperlihatkan peningkatan pertumbuhan menjadi 9,79 persen secara year on year (YoY).

“Demikian pula untuk tren rata-rata suku bunga simpanan industri perbankan yang masih mencatat tren penurunan sebesar 28 bps sepanjang kuartal I tahun 2020 menjadi 5,50 persen,” kata dia.

Pihaknya pun secara berkala juga membuat skenario yang bertujuan menguji kecukupan dana LPS dalam melaksanakan fungsinya menjamin simpanan nasabah dan resolusi bank. Dalam situasi normal, skenario yang digunakan LPS adalah menangani 1 bank kecil, 1 bank menengah besar, dan 5 BPR (bank perkreditan rakyat). (jpc/fajar)

Bagikan berita ini:
6
8
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar