Kisah WR Supratman Curi Biola Belajar Musik

Jumat, 10 April 2020 13:52

Dengan cepat dia bisa beradaptasi di sekolah Belanda di Makassar. Dia pun mempelajari bahasa Netherland.

Laporan: RIDWAN MARZUKI

FAJAR.CO.ID — Tak lama bersekolah Eurospeesch Lagere School (ELS), ia sudah dikeluarkan. Bukan karena ia bodoh atau berkelakuan buruk, akan tetapi semata-mata hanya karena ia diketahui bukan anak kandung Sersan Willem Mauritius (WM) van Eldik.

Alasan lainnya, selain bukan keturunan Belanda, WR Suptraman juga dianggap bukan anak raja, bangsawan, priyayi, atau pribumi yang berkedudukan tinggi. Peraturan pendidikan kolonial pada masa itu, Wage Rudolf Supratman betapapun cerdas otaknya tidak berhak bersekolah Belanda (ELS).

“Ia telah menjadi korban politik diskriminasi pemerintah kolonial Hindia Belanda, meski hal itu belum lagi diketahuinya,” tulis Bambang Sularto dalam bukunya, Wage Rudolf Suprtaman.

Akan tetapi, Supratman sama sekali tidak kecewa dikeluarkan. Selama beberapa bulan mengikuti pendidikan di sekolah Belanda itu, ia sangat tidak senang dengan peraturan sekolah yang sangat ketat. Sebab, sistem itu membuatnya kikuk.

Sebenarnya, WM van Eldik, kakak iparnya, masih hendak berusaha agar Supratman bisa tetap bersekolah di ELS. Akan tetapi Supratman justru merasa senang ketika dikeluarkan dari sekolah Belanda yang begitu ketat peraturannya itu serta menyatakan hasratnya agar diizinkan meneruskan di sekolah pribumi saja.

Van Eldik menghentikan niatnya untuk mempertahankan Supratman di ELS. Demikianlah ia akhirnya dimasukkan ke sekolah dasar untuk anak anak pribumi.

Komentar