Lakukan Pemutusan Kerjasama Sepihak, Gubernur NTT Diadukan ke Ombudsman dan Presiden

Jumat, 10 April 2020 08:19

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat

FAJAR.CO.ID, KUPANG— Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Laiskodat, dilaporkan ke Ombudsman oleh PT Sarana Investama Manggabar (PT. SIM). Bahkan Viktor juga diadukan ke Kemendagri dan Presiden Joko Widodo.

Laporan ini dilakukan setelah orang nomor satu di NTT tersebut melakukan pemutusan kerja sama dengan  secara sepihak. Pengaduan tersebut disampaikan oleh Kuasa Hukum PT. SIM, Khresna Guntarto. Pengaduannya telah diterima oleh bagian pengaduan Ombudsman RI pada hari Rabu (8/4/2020).

 “Pemutusan kerja sama itu diduga sarat maladministrasi dan tidak manusiawi, karena dilakukan di tengah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) akibat mewabahnya penyakit virus corona 2019,” ujar Khresna dalam keterangannya.

“Keputusan Pemerintah Provinsi NTT juga kontradiktif dengan kebijakan relaksasi, stimulus dan insentif yang disampaikan Pemerintah Pusat untuk bidang perekonomian guna mengatasi dampak Covid-19.” jelasnya.

 Menurut Khresna, PT. SIM merupakan mitra kerja dalam pengelolaan aset Pemprov NTT di kawasan wisata Pantai Pede, Labuhan Bajo, Manggarai Barat, NTT. Salah satunya, membangun hotel dan beberapa stand di kawasan wisata Pantai Pede. 

Hubungan kemitraan kerja antara PT. SIM dan Pemprov NTT cq. Gubernur NTT sebagaimana Perjanjian Kerjasama No.HK.530 Tahun 2014-No.04/SIM/Dirut/V/14 tanggal 23 Mei 2014 (“PKS tanggal 23 Mei 2014”). 

“Kerjasama tersebut memiliki jangka waktu 25 tahun terhitung sejak tanggal beroperasi dan memiliki besaran kontribusi yang telah ditetapkan berdasarkan penelaahan, penelitian dan penilaian oleh Pemerintah Provinsi NTT,” katanya. 

Komentar


VIDEO TERKINI