Masyarakat Sepakat Tidak Jual Beras Keluar, IDP Apresiasi Upaya Pencegahan Covid-19 di Seko

Jumat, 10 April 2020 12:56

FAJAR.CO.ID, LUWU UTARA — Selama pandemi Covid-19, masyarakat Kecamatan Seko sepakat tidak akan menjual beras keluar. Kesepakatan tersebut disampaikan Camat Seko, Akbal Ali pada kunjungan kerja Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, Rabu (8/4/2020).

Merespons hal tersebut, Bupati Indah menuturkan, pemda tentu saja mendukung sebab yang paling penting masyarakat tidak kekurangan bahan pangan, terutama beras.

“Salah satu yang harus dipastikan pemerintah adalah ketersediaan pangan terutama beras. Kita ketahui bahwa Seko merupakan salah satu sentra penghasil beras organik yaitu varietas Dambo dan Tarone. Berdasarkan kesepakatan masyarakat bersama seluruh pemerintah desa, khusus tahun ini mereka tidak akan menjual produksi padi atau beras mereka yang dimaksudkan menjadi cadangan untuk mengantisipasi meluasnya atau semakin panjang waktu dari penyebaran covid-19. Kami dukung apa yang telah disepakati sebab yang paling penting, masyarakat tidak kekurangan bahan pangan terutama beras. Kita juga mendorong diversifikasi pangan sesuai kearifan lokal seperti jagung, umbi-umbian, pisang dan sagu untuk wilayah daratan,” tutur bupati yang rutin mengunjungi masyarakat hingga daerah terpencil ini.

Bupati perempuan pertama di Sulsel ini juga mengapresiasi Pemerintah Kecamatan Seko atas upaya yang dilakukan dalam mencegah penyebaran covid-19. Bagaimana tidak, pasalnya, hingga hari ini belum ada kasus ODP, PDP, maupun yang positif covid-19.

“Saya atas nama pribadi dan kedinasan mengapresiasi atas upaya-upaya pencegahan yang telah dilakukan. Begitu ketatnya, saya ditelepon langsung Pak Camat, Akbal Ali agar mengarantina 19 mahasiswa yang datang dari Jakarta sebelum kembali ke kampung halaman. Patut kita apresiasi juga 19 mahasiswa Seko ini karena dengan sukarela melapor kepada petugas dan bersedia dikarantina,” ucap Indah.

Komentar


VIDEO TERKINI