Napi Dapat Asimilasi, Kalau Melanggar Lagi, Ya Ditangkap Lagi

Jumat, 10 April 2020 19:55

Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan (Sulsel), Priyadi.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — 2036 napi mendapat asimilasi dari pemerintah untuk mencegah penyebaran virus corona dalam lingkungan rutan.

Namun, pemberian asimilasi itu belum sepenuhnya bebas dari pengawasan. Napi yang sudah berbaur dengan masyarakat namun berbuat tindak pidana lagi, akan segera ditangkap kembali.

“Kalau misalnya yang sudah melaksanakan asimilasi dan integrasi melanggar aturan, tentu kita tangkap kembali,” tegas Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan (Sulsel), Priyadi, Jumat (10/4/2020).

Pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk memantau aktivitas sehari-hari warga binaan, yang baru saja mendapat asimilasi tersebut.

“Balai Pemasyarakatan punya jalur sampai ke tingkat RT dan RW. Itu akan memastikan supaya teman-teman yang pulang, bertemu keluarganya, pesan saya jaga nama baik keluarga,” tambahnya.

Total sebanyak 2.036 napi yang mendapat asimilasi. Priyadi merinci, jumlah itu rerdiri dari asimilasi 1.736, dan integrasi sebanyak 300 napi untuk kasus pidana umum.

Untuk kasus tindak pidana korupsi dan terorisme tidak mendapat asimilasi tersebut dari pemerintah pusat. Kata Priyadi, hal itu juga diberikan bagi napi yang tidak termasuk dalam PP tahun 1999. (Ishak/fajar)

Komentar


VIDEO TERKINI