Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Hanya 1,1 Persen

Ilustrasi kantor pusat Bank Indonesia (Dok.JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal dua tahun ini bakal turun signifikan. Hal tersebut seiring dengan bertambahnya pasien virus pandemi korona Covid-19 yang penyebarannya semakin meluas.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan, pihaknya bersama dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LOS) sudah memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal dua hanya tumbuh 1,1 persen saja.

Menurutnya, pada periode Juni dan Juli Indonesia akan mengalami masa-masa sulit karena pada bulan tersebut akan mejadi puncak dari pandemi virus korona (covid-19) di tanah air.

“Satgas diperkirkan covid-19 bisa mencapai puncak Juni, Juli dan masa darurat 29 Mei bisa mundur dan diperpanjang menjadi Juni dan Juli,” ujarnya dalam video conference, Kamis (9/4).

Sementara itu secara tahunan, ekonomi Indonesia diperkirakan hanya tumbuh sekitar 2,3 persen imbas dari virus corona. Sebab, pada kuartal II dan III dan IV 2020, pertumbuhan ekonomi masih hanya tumbuh dibawah 3 persen.

Adapun pertumbuhan ekonomi di kuartal I adalah sebesar 4,7 pesen. Lalu untuk pertumbuhan ekonomi di kuartal II adalah sebesar 1,1 persen. Sementara, perkiraan kuartal III masih berada dikisaran 1,3 persen. Serta diakhir tahun hanya tumbuh 2,4 persen.

“Secara total tahun ini ekonomi Indonesia hanya tumbuh 2,3 persen,” ucapnya.

Menurut Perry, skenario tersebut merupakan merupakan arah yang paling berat. Sebab dengan skenario ini pemerintah bisa menyiapkan langkah-langkah kebijakan stimulus senilai Rp 405,1 triliunagar defisit tidak melebar hingga 5,07 persen.

“Antara lain untuk atasi biaya kesehatan sosial safety net dan pemulihan ekonomi,” tutupnya. (jpc)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad

Comment

Loading...