PSBB DKI Jakarta, Ini Pengecualian Anies Baswedan untuk Restoran

Anies Baswedan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Sektor penyedia bahan makanan dan minuman mendapat pengecualian dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta. Dengan demikian jenis usaha seperti restoran, rumah makan, warung, dan sejenisnya tetap bisa beroperasi.

Kendati demikian, Anies tetap memberikan persyaratan khusus kepada mereka selama beroperasi. Selama PSBB, seluruh tempat usaha tersebut dilarang menyediakan layanan makan di tempat.

“Tidak diizinkan untuk makan atau menyantap makanan di lokasi. Semua makanan diambil, dibawa, atau tidak ada dine in, take away semua,” kata Anies di Balai Kota Jakarta, Kamis (9/4).

Anies menuturkan, pembelian makanan bisa menggunakan jasa pengantaran atau delivery order. Bisa pula konsumen datang langsung, namun makanan atau minuman yang dibeli harus dibungkus.

“Intinya adalah bukan menghentikan kegiatan usaha rumah makannya, tetapi menghentikan interaksi antarorang di rumah makan. Jadi kegiatan itu bisa jalan, tetapi dengan pembatasan,” jelas Anies.

PSBB di DKI Jakarta dimulai pada Jumat (10/4) sejak pukul 00.00 WIB hingga 23 April 2020. Guna menunjang pelaksanaan PSBB ini, Anies Baswedan sudah menyelesaikan Peraturan Gubernur (Pergub) untuk menjadi dasar hukum sejumlah kegiatan yang dibolehkan atau dilarang selama PSBB.

“Pergub nomor 33 tahun 2020 sudah tuntas dan Pergub ini memiliki 28 pasal mengatur semua yang terkait kegiatan di kota Jakarta baik perkonomian, sosial, budaya, keagamaan, pendidikan,” kata Anies di Balai Kota Jakarta, Kamis (9/4). (jpc/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...