Remaja Tembak Ayah dan Ibu Pacarnya, Gegara Social Distancing COVID-19

Jumat, 10 April 2020 15:36

Ilustrasi penembakan/DOK

FAJAR.CO.ID, WISCONSIN—Seorang remaja membunuh orang tua pacarnya gegara diminta lakukan social distancing pasca merebaknya virus corona. Pelaku bernama Khari Sanford, 18, membunuh Dr Beth Potter, 57, dan Robin Carre, 57, di University of Wisconsin Arboretum, AS, dengan menembak mereka.

Potter dan Carre ditemukan dengan luka tembak di kepala. Menurut dokumen pengadilan, Potter memiliki masalah medis yang membuatnya lebih berisiko terkena virus corona. Makanya, dia dan Carre membuat aturan jarak sosial di rumah mereka.

Namun, anak perempuan pasangan itu dan Sanford dilaporkan mengabaikan peraturan tersebut. Sang anak bahkan bertengkar dengan ibunya dengan mengatakan kepadanya bahwa ia tidak peduli padanya.

Penyelidik dikutip dari Metro mengatakan bahwa seorang teman sekelas mendengar Sandford dan pacarnya berbicara tentang menghasilkan uang. Ia juga mengaku mendengar anak perempuan korban memberi tahu Khari Sanford bahwa orangtuanya kaya. Menurut polisi, pembunuhan sadis yang terjadi pada 31 Maret lalu itu awalnya dianggap sebagai perampokan. Saat kejadian, Potter maupun Carre ditembak di kepala dari jarak dekat. Potter mengenakan piyama dan Carre hanya mengenakan pakaian dalamnya.

Setelah kejadian itu, seorang teman Sanford, berbicara di telepon dan mengklaim bahwa dia mengetahui salah satu korbannya masih hidup. Saat itulah kejahatan Sanford terbongkar saat ia mengatakan bahwa mereka pasti sudah mati karena ia menembaknya di bagian belakang kepala.

“Aku bersumpah aku menembak mereka, bagaimana mereka bisa bertahan hidup,” kata Sanford menjawab sebelum memberi tahu saksi bahwa dia menembak pasangan itu bersama temannya Ali’jah Larrue.

Sanford sejak itu ditangkap dan didakwa melakukan pembunuhan. Larrue juga ditahan dan didakwa sebagai kaki tangan. Dia menghadapi tuduhan pembunuhan terencana tingkat pertama. Jaminan untuk masing-masing ditetapkan $ 1 juta. (amr)

Komentar


VIDEO TERKINI