SBY: Dulu Tak Pernah Penjarakan Masyarakat yang Menghina Saya

Jumat, 10 April 2020 20:38

SBY

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhono (SBY) mengajak masyarakat agar tidak berkomentar yang melampaui batas terhadap kinerja Pemerintah Joko Widodo. Sebab kata dia, kebebasan berbicara yang dijamin oleh konstitusi dan undang-undang itu tetap ada batasnya.

Dia mengatakan, masyarakat yang baik dan cerdas akan tetap bisa menyampaikan pendapat dan kritik-kritiknya, tanpa harus melakukan penghinaan, hujatan dan caci maki yang kasar dan melampaui kepatutannya.

“Saya berpendapat, di negeri ini siapapun bisa mengutarakan pandangan bahkan mengkritik secara lugas dan terbuka. Namun, tetaplah pandangan dan kritik itu disampaikan dengan kata-kata yang “berkeadaban”. Kata SBY melalui artikelnya dirilis di akun facebooknya, Rabu (8/4).

SBY mengatakan, sejauh ini pemerintah telah berupaya keras dalam penanganan corona. Namun jika terus-terus mendapat hinaan dari masyarakat, maka menurut SBY itu bisa ada ganjaran dengan penalti hukum.

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat ini lantas menceritakan pengalamannya sewaktu menjadi Presiden selama 10 tahun. Banyak cacian dan fitnah yang ditujukan kepadanya. Termasuk ketika pihaknya sedang menangani dampak krisi.

“Mungkin sebagian masyarakat masih ingat ketika saya sedang mengemban amanah sebagai Presiden dulu. Saya juga mengalami nasib yang sama. Bahkan lebih pahit pengalaman hidup yang saya alami. Lebih “sadis” cacian dan hinaan yang ditujukan kepada saya dulu,” ujar SBY.

Komentar