Warga Makassar Ramai-ramai Lockdown Wilayahnya

Jumat, 10 April 2020 17:47

FOTO: ISHAK/FAJAR

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Istilah lockdown di Kota Makassar sudah tak asing lagi. Beberapa jalan di kota berjuluk Anging Mammiri itu menutup akses masuk ke wilayahnya.

Seperti halnya di Jalan Abd Daeng Sirua, lorong lima, Kecamatan Panakkukang. Tiang bambu terbentang di jalan tersebut. Akibatnya, pengendara dari luar tidak bisa masuk.

Bahkan driver ojek online (Ojol) yang berada di lokasi itu pun, tak bisa masuk. Ojol itu dilarang masuk oleh salah satu warga yang menjaga di pintu masuk jalan tersebut.

“Kalau mau, suruh orang di dalam datang ke sini. Dia yang datang ambil barang itu. Anda tidak bisa masuk,” kata warga, Amir, di lokasi, Jumat (10/4/2020).

Penutupan akses masuk ke wilayah itu mulai diberlakukan hari ini. Hal itu untuk mencegah penyebaran virus corona di kawasan padat penduduk tersebut.

Selain Jalan Abd Daeng Sirua, juga ada sebuah lorong yang terletak di Bungung Lompoa (Bunglom) RT 3, RW 5, Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar sudah menerapkan lockdown.

Sebatang bambu cokelat dan selembar tripleks digantung di batang bambu itu. Tripleks itu tertulis ancaman jika berani masuk ke lorong itu, akan dibanting oleh warga sekitar.

Meski terdengar menyeramkan, itu hanyalah sebuah candaan. Namun tetap serius untuk melarang orang luar masuk ke lorong yang padat penduduk tersebut.

Komentar