Arab Saudi 3.651 Kasus COVID-19, Corona Sudah Masuk Makkah dan Madinah

Kakbah di Masjidilharam, Makkah yang disterilkan dari kegiatan umrah untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Foto: Yasser Bakhsh/REUTERS

FAJAR.CO.ID,RIYADH– Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mencatat adanya lonjakan jumlah penderita virus corona (COVID-19). Hingga Jumat (10/4), jumlah kasus COVID-19 di Negeri Petro Dolar itu sudah mencapai 3.651.

Menteri Kesehatan Arab Saudi Tawfiq Al-Rabiah mengungkapkan, ada tambahan 364 kasus baru COVID-19. “Sebanyak 364 kasus baru COVID-19 telah dicatat oleh Kerajaan,” ujarnya.

Tawfiq menambahkan, kasus aktif COVID-19 di Arab Saudi ada 2.919. Sebab, 685 pasien telah dinyatakan sembuh, sedangkan angka kematian akibat virus corona di Arab Saudi sudah mencapai 47 jiwa.

Virus corona juga telah merambah dua kota suci bagi umat Islam. Dari 364 kasus baru COVID-19 di Arab Saudi, ada 90 di Makkah, sedangkan 78 di Madinah.

Selanjutnya ada tambahan 69 kasus baru COVID-19 di Riyadh. Adapun di Jeddah ada tambahan 54 kasus baru COVID-19.

Sementara informasi lain menyebut sudah lebih dari 150 anggota Kerajaan Arab Saudi yang terjangkiti virus corona. Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud kini menjalani isolasi di dekat Jeddah, sedangkan Putra Mahkota Pangeran Mohammad bin Salman dikarantina di lokasi aman dekat Laut Merah demi menghindari virus mematikan itu.

Tawfiq meminta setiap orang yang mengalami gejala-gejala terjangkiti virus corona segera memeriksakan diri atau menghubungi Pusat Layanan Kesehatan di nomor 937 yang bebas pulsa dan siap setiap waktu. Selain itu, Arab Saudi juga telah meluncurkan aplikasi MAWID yang bisa digunakan warganya untuk mengenali tanda-tanda COVID-19 secara mandiri.(saudigazette/ara/jpnn)

Komentar

Loading...