Dampak Pandemi Corona, Setengah Miliar Orang di Jurang Kemiskinan

Sabtu, 11 April 2020 09:19
Belum ada gambar

ILUSTRASI. FOTO: FAISAL R. SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK.

FAJAR.CO.ID– Perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia yang disebabkan pandemi virus Corona (Covid-19). Berdampak pula pada perekonomian masyarakat. Hampir setengah miliar orang berada di jurang kemiskinan.

Organisasi badan amal Oxfam menyatakan, pandemi corona dapat mendorong sekitar setengah miliar orang di dunia ke dalam kemiskinan. Badan tersebut telah menghitung dampak krisis terhadap kemiskinan global karena berkurangnya pendapatan atau konsumsi rumah tangga.

“Krisis ekonomi akan lebih dalam dari krisis keuangan global 2008. Perkiraan menunjukkan bahwa kemiskinan global dapat meningkat untuk pertama kalinya sejak 1990,” ujar Oxfam dalam sebuah pernyataan, Jumat (10/4).

Dalam laporannya, Oxfam memperkirakan berbagai macam skenario, dengan mempertimbangkan berbagai garis kemiskinan dari Bank Dunia. Mulai dari kemiskinan ekstrem yang didefinisikan sebagai hidup dengan 1,90 dolar AS sehari atau kurang, hingga garis kemiskinan yang lebih tinggi dengan penghasilan kurang dari 5,50 dolar AS sehari.

Di bawah skenario paling serius, jumlah orang yang hidup dalam kemiskinan ekstrem akan meningkat 434 juta orang menjadi 922 juta di seluruh dunia.

Skenario yang sama diperkirakan, bahwa jumlah orang yang hidup di bawah ambang batas 5,50 dolar AS per hari naik dari 548 juta orang menjadi hampir empat miliar.

Perempuan lebih berisiko hidup dalam kemiskinan ketimbang laki-laki karena mereka cenderung bekerja di sektor informal. Sementara lebih dari dua miliar pekerja sektor informal di seluruh dunia tidak memiliki akses asuransi kesehatan jika mereka sakit.

Bagikan berita ini:
5
7
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar