Dampak Pandemi Corona, Setengah Miliar Orang di Jurang Kemiskinan

Sabtu, 11 April 2020 09:19
Dampak Pandemi Corona, Setengah Miliar Orang di Jurang Kemiskinan

ILUSTRASI. FOTO: FAISAL R. SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK.

Skenario yang sama diperkirakan, bahwa jumlah orang yang hidup di bawah ambang batas 5,50 dolar AS per hari naik dari 548 juta orang menjadi hampir empat miliar.

Perempuan lebih berisiko hidup dalam kemiskinan ketimbang laki-laki karena mereka cenderung bekerja di sektor informal. Sementara lebih dari dua miliar pekerja sektor informal di seluruh dunia tidak memiliki akses asuransi kesehatan jika mereka sakit.

“Dalam hidup sehari-hari, orang-orang termiskin tidak memiliki kemampuan untuk mengambil cuti kerja atau untuk menimbun persediaan makanan,” ujar laporan Oxfam.

Untuk membantu mengurangi dampak kemiskinan global akibat pandemi virus corona, Oxfam mengusulkan sejumlah tindakan di antaranya memberikan bantuan tunai kepada orang-orang yang membutuhkan.

Selain itu, Oxfam menyerukan, keringanan utang bagi negara-negara miskin serta mendorong IMF untuk memberikan bantuan. Penghasilan pajak dapat digunakan untuk meningkatkan anggaran yang dibutuhkan.

Oxfam menyatakan, pada saat krisis virus corona negara-negara kaya dapat menggelontorkan dana hingga triliunan dolar untuk mendukung ekonomi mereka secara mandiri. Sementara, krisis kesehatan di negara berkembang dapat berdampak pada kerugian ekonomi yang lebih besar.

Bagikan berita ini:
10
1
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar