Golkar Nilai Kebijakan Penanganan Corona di Sulsel Tak Terukur

Sabtu, 11 April 2020 09:38

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– DPD Partai Golkar Sulsel menyayangkan langkah lamban Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam penanganan dan pencegahan virus corona. Sejumlah kebijakan yang diambil sejauh ini dinilai tidak jelas dan tidak terukur.

Ketua Pokja Gugus Tugas Covid-19 DPD Partai Golkar Sulsel, M. Arfandy Idris menyatakan rasa prihatinnya terhadap tindakan yang diambil pemprov selama penanganan covid-19. Sehingga berakibat kepada semakin banyaknya warga Sulsel yang terpapar. Gelombang persebaran semakin sulit dibendung.

Diketahui Provinsi Sulsel dinyatakan sebagai zona merah penyebaran virus corona. Secara nasional, Sulsel tertinggi di luar pulau Jawa.

“Sayangnya pemprov hanya mengeluarkan himbauan dan himbauan semata. Tindakan nyatanya tidak jelas apa yang sedang dan telah dilakukan,” urai Arfandy Idris dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/4/2020).

Masih kata Arfandy, dengan anggaran yang terbilang besar yakni Rp500 miliar khusus untuk penanggulangan Corona, pemprov seharusnya mampu memanfaatkan dana yang ada untuk menangkal virus ini. Termasuk mencukupi semua kebutuhan tenaga medis, relawan dan ekonomi masyarakat.

“Kenyataannya justru bertolak belakang. Masih banyak keluhan dari dokter. Paramedis maupun rumah sakit masih kekuranga APD. Ironis sekali,” tandasnya.

Melihat situasi yang ada, Gugus Tugas Golkar Sulsel mendesak pemerintah segera mengadakan APD untuk tenaga medis. Hal tersebut dianggap sangat krusial demi menekan laju persebaran virus dan meminimalisir korban meninggal dunia.

Komentar


VIDEO TERKINI