Hari Pertama Pemberlakuan PSBB Diwarnai Banyak Pelanggaran

Sabtu, 11 April 2020 11:06

JAGA JARAK PENUMPANG: Petugas memeriksa pengendara mobil dan motor saat kegiatan check point pengawasan pelaksanaan PSBB...

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Hari pertama pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta diwarnai banyak pelanggaran. Meski demikian, tidak ada yang diberi sanksi. Aparat hanya menegur dan meminta warga tidak mengulangi pelanggaran.

Dari pemantauan Jawa Pos di Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang, perbatasan Bekasi dan Jakarta Timur, masih ada ojek online (ojol) yang berboncengan. Padahal, sesuai dengan aturan, ojek hanya boleh mengangkut barang, termasuk makanan.

Aplikasi Gojek dan Grab Bike sebenarnya sudah mematikan layanan mengangkut orang. Namun, masih ada driver ojol yang beroperasi dengan sistem offline. Bisa jadi, mereka dihubungi pelanggan melalui telepon dan membayar tarif sesuai dengan kesepakatan.

Selain motor, masih banyak mobil yang diisi banyak penumpang. Padahal, sesuai dengan aturan PSBB, mobil hanya boleh diisi separo dari kapasitas tempat duduk.

Di lokasi, aparat kepolisian dan dinas perhubungan langsung menghentikan laju pengendara yang melanggar. Bagi yang tidak memakai masker, mereka diminta kembali dan tidak diperkenankan melanjutkan perjalanan menuju Jakarta.

Sementara itu, petugas gabungan kepolisian, TNI, dan dinas perhubungan membuka check point di wilayah perbatasan Jakarta dengan Bekasi, tepatnya di Jalan Raya Bogor, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Satu per satu pengendara yang tidak memakai masker dihentikan. Namun, mereka hanya diimbau agar mengenakan masker.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombespol Sambodo Purnomo Yugo menyatakan, pihaknya menetapkan sejumlah titik pemeriksaan. Namun, tindakan yang dilakukan masih berupa imbauan.

Bagikan berita ini:
6
9
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar