Inggris Kesulitan Kantong Mayat, Perawat Gunting Tirai untuk APD

Sabtu, 11 April 2020 19:51

Foto: PA/Getty Images/AP

FAJAR.CO.ID, LONDON—Sejumlah rumah sakit di Inggris kesulitan kantong mayat di tengah pandemi virus corona. Union GMB mengklaim rumah sakit di Surrey telah meminta staf membungkus mayat dengan lembaran plastik.

Direktur pemakaman dan badan amal penanggulangan bencana saat ini tengah turun tangan membantu rumah sakit yang membutuhkan lebih banyak kantong mayat dan alat pelindung diri (APD). Pengurus diminta untuk membagikan persediaan mereka untuk menutupi kekurangan.

Michael Tiney, kepala Southall Funeral Service di London Barat mengatakan dua rumah sakit di ibu kota telah meminta APD, termasuk celemek sekali pakai. Dia mengatakan kepada Metro.co.uk: “Ada kekurangan kantong mayat. Kami mencoba untuk membantu sebanyak mungkin tetapi kami juga membutuhkan sumber peralatan juga.”

Tiney mengatakan bahwa mereka hanya bisa memberikan 20 kantong mayat ke salah satu rumah sakit yang menghubungi mereka. Permintaan untuk perusahaannya menurutnya telah mencapai rekor tertinggi.

Komentar Tiney datang ketika Sekretaris Kesehatan, Matt Hancock berjanji untuk memastikan semua orang yang bekerja dalam perawatan kritis memiliki sarung tangan, celemek, masker dan kantong mayat yang mereka butuhkan.

Direktur amal kemanusiaan Khalsa Aid, Ravi Singh mengatakan, mereka sudah menyumbangkan 130 kantong mayat kepada Rumah Sakit Hillingdon dan St Mary di London selama beberapa minggu terakhir. Organisasinya, yang menyediakan bantuan bencana dan dukungan kemanusiaan di seluruh dunia, memiliki sekitar 800.

Singh, dari Slough, mengatakan, negara ‘tidak siap’ untuk krisis kesehatan seperti itu. “Tidak pernah dalam sejuta tahun kita berpikir kita akan membutuhkannya di negara kita sendiri. Ini benar-benar sangat mengejutkan,” ujarnya.

Rumah Sakit Universitas St Helier NHS Trust telah diperintahkan untuk menggunakan lembaran plastik untuk mengangkut pasien yang meninggal karena kantong mayat telah ‘habis’. Staf mereka khawatir tentang peralatan yang menipis yang menempatkan mereka pada ‘risiko’ tertular Covid-19.

Sementara itu, staf NHS mengatakan mereka terpaksa memotong tirai rumah sakit untuk membuat baju pelindung dan menggunakan potongan plastik sebagai masker karena kurangnya alat pelindung diri (APD).

Para pegiat mengatakan pekerja lain menggunakan plastik dari B&Q untuk membuat masker atau menggunakan kacamata plastik dari sekolah anak-anak mereka. Kelompok advokasi EveryDoctor, Dr. Julia Patterson mengatakan kepada Mirror: “Petugas kesehatan yang luar biasa harus membuat APD buatan rumah dari gorden.”

Tanpa ketersediaan APD, Pemerintah menempatkan staf perawatan intensif dalam risiko besar. Sekretaris Kesehatan Matt Hancock telah meluncurkan rencana mengakhiri kekurangan APD. Termasuk mempercepat distribusi ke rumah sakit dari satu pengiriman setiap tiga hari menjadi per hari dan meningkatkan pembelian APD dari luar negeri.

Sebanyak 8.958 orang di Inggris kini telah meninggal karena virus korona dengan 980 kehilangan nyawa antara Kamis dan Jumat. Kemarin, jumlah kematian harian di Inggris melampaui total harian terburuk yang tercatat di Italia dan Spanyol.

Berbicara pada konferensi pers Downing Street kemarin, Hancock mengatakan 19.116 tes virus corona dilakukan di seluruh Inggris Raya pada hari Kamis, di mana 5.706 dinyatakan positif. Jumlah orang di rumah sakit yang telah dites positif untuk penyakit ini berjumlah 19.304. (amr)

Komentar