Kisah Supratman di Makassar, Tolak Jadi PNS, Lanjut Keguruan

Sabtu, 11 April 2020 13:52

Museum WR Supratman

Sembari belajar musik biola, dia juga terus bersekolah. WR Supratman kecil sangat gigih.

Laporan: RIDWAN MARZUKI

FAJAR.CO.ID — Tak bisa dimungkiri, kakak iparnya, Sersan Willem Mauritius (WM) van Eldik yang paling memberi warna bagi kemampuan WR Supratman bermain musik.

Karena keahlian van Eldik itu, dengan cepat ia menjadi populer sebagai pemusik yang ulung, terutama sebagai pemain biola. Hampir pada setiap pertunjukan, van Eldik tampil.

Biasanya, diselenggarakan di dalam Kompleks Kees atau di Gedung Societeit de Harmoni yang kini bangunannya masih ada. Gedung itu kini diberi nama Gedung Kesenian Sulsel, di Jl Riburane, Makassar.

Dahulu, Societeit digunakan sebagai gedung rekreasi untuk bermain musik dan dansa oleh Belanda. Setiap van Eldik tampil, Supratman dan kemenakannya, Fredinand van Eldik, ikut menyaksikannya.

Untuk Supratman, butuh tiga tahun belajar untuk menguasai permainan biola. Berkat bimbingan kakaknya, Roekijem Soepratijah dan van Eldik. Sejak saat itu, ia telah menguasai pengetahuan praktis seni musik.

Ia juga sudah mampu bermain solo biola membawakan beberapa judul lagu-lagu klasik barat ciptaan Chopin, Beethoven, Liszt, dan Tschaikowsky dengan membaca not balok.

Meskipun demikian, sampai 1919 Supratman belum pernah tampil bermain biola solo. Meski gandrung ke seni musik, ia juga tak pernah mengabaikan kewajibannya menuntut ilmu di sekolah.

Komentar


VIDEO TERKINI