Profesor Oxford: Vaksin Corona Tersedia September

Sabtu, 11 April 2020 20:54

ILUSTRASI/DOK

FAJAR.CO.ID, OXFORD—Seorang profesor terkemuka Oxford University, Sarah Gilbert mengatakan, vaksin virus corona dapat tersedia pada bulan September. Sarah yang merupakan profesor vaksinasiologi di Oxford University, mengatakan dia 80 persen  yakin bahwa vaksin yang sedang dikerjakan timnya akan berhasil.

Menurut Sarah, vaksin itu akan diujicobakan pada manusia dalam dua minggu ke depan. “Saya pikir ada kemungkinan besar bahwa itu akan berhasil berdasarkan hal-hal lain yang telah kami lakukan dengan jenis vaksin ini,” kata Sarah Gilbert kepada The Times.

Ia menegaskan, ini bukan hanya dugaan. Seiring berjalannya waktu Sarah mengklaim memiliki lebih banyak data untuk dilihat. Makanya, ia 80 persen yakin ini akan memecahkan masalah pandemi COVID-19. “Itu adalah pandangan pribadi saya. Itu hanya mungkin jika semuanya berjalan dengan sempurna,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Matt Hancock mengatakan bahwa Pemerintah telah membuat persiapan jika ada vaksin yang tersedia untuk umum. “Saya terlibat dalam semua itu dan saya tahu cukup banyak tentang proyek Oxford dan itu benar-benar bagus untuk melihat beberapa harapan, ” katanya kepada Sky News.

Ia menegaskan, mereka akan mengerahkan semua sumber daya untuk mendapatkan vaksin karena manfaat besar yang bisa mereka miliki. “Kami juga menempatkan sumber daya yang sangat besar ketika vaksin muncul agar dapat memberikannya kepada semua orang secepat mungkin,” jelasnya.

Ini bukan hanya tentang menemukan vaksin tetapi juga tentang pembuatannya. “Kami memiliki kemampuan manufaktur di negara ini tetapi masih perlu dikembangkan. Kami melakukan itu secara paralel sambil menunggu para ilmuwan untuk mengembangkan vaksin,” ujarnya.

Kabar baik lainnya datang dari Spanyol. Otoritas kesehatan Spanyol melaporkan angka kematian virus corona terendah di negara itu dalam 19 hari, dengan hanya 510 orang kehilangan nyawa dalam 24 jam terakhir.

Total korban tewas sekarang mencapai 16.353, sementara jumlah kasus yang dikonfirmasi naik dari 157.022 menjadi 161.852 semalam atau ada peningkatan 4.331. Meski begitu, banyak yang percaya Spanyol kini sudah melewati puncak virus.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menyatakan minggu ini “api mulai terkendali”. Ia juga memberi tahu anggota parlemen di Madrid bahwa negara itu akan memenangi pertarungan melawan Covid-19.

Namun, ia mengungkapkan bahwa lockdown nasional tidak mungkin berakhir pada 26 April. Dia pun memastikan mereka akan meminta perpanjangan dalam waktu 15 hari. “Besarnya pandemi global ini menakutkan dan membutuhkan tindakan luar biasa. Kami mulai melihat ujung jalan dan kami tidak bisa mundur,” tegasnya. (amr)

Bagikan berita ini:
8
2
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar