Surat Utang 4,3 Miliar Dollar AS Jadi Bencana Baru Setelah Covid-19

Sabtu, 11 April 2020 15:50

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan menilai, surat utang yang dirilis Pemerintah senilai 4,3 miliar dollar Amerika Serikat (AS) bisa jadi bencana baru setelah bencana pandemi virus Corona (Covid-19).

Indonesia bakal terperosok dalam belit utang global berbunga tinggi. Ini yang terbesar sepanjang sejarah yang diterbitkan Pemerintah Indonesia. Dengan kurs Rp16 ribu per dollar AS, berarti nilainya mencapai Rp 68,6 triliun.

Dalam rilisnya yang dikutip dari dpr.go.id, Jumat (10/4/2020), Heri mengatakan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebagai entry Menteri Keuangan Terbaik di dunia mengumumkan ini dengan bangganya. Padahal itu bencana, bukan prestasi.

Indonesia jadi negara pertama yang menerbitkan sovereign bond sejak pandemi Covid-19 terjadi. Ada tiga jenis surat utang yang diterbitkan Pemerintah. Pertama, Surat Berharga Negara (SBN) Seri RI1030 dengan tenor 10,5 tahun yang jatuh tempo pada 15 Oktober 2030 diterbitkan sebesar 1,65 miliar dollar AS dengan yield global/kupon sebesar 3,9 persen.

Kedua, Seri RI1050 dengan tenor 30,5 tahun atau jatuh tempo 15 Oktober 2050. Nominal yang diterbitkan juga 1,65 miliar dollar AS dengan yield/kupon 4,25 persen. Ketiga, Seri RI0470 dengan tenor 50 tahun, jatuh tempo 15 April tahun 2070 sebesar 1 miliar dollar AS dengan tingkat yield/kupon 4,5 persen.

Komentar


VIDEO TERKINI