Terhimpit Ekonomi, Pria Pengangguran Nekat Cetak Uang Palsu

Sabtu, 11 April 2020 15:05

FAJAR.CO.ID, PASANGKAYU – Seorang pemuda inisial (AS) asal Dusun Kalibamba, Desa Polewali, Pasangkayu nekat mencetak dan mengedarkan uang palsu (upal).

Pelaku telah ditetapkan tersangka dengan ancaman kurungan penjara 15 tahun. Aksinya terbongkar saat salah seorang penjual di Kecamatan Bambalamotu yang menerima uang dari AS, Kamis (9/4/2020).

Uang itu dicurigai palsu, akhirnya dites dengan diterawang. Pihak kepolisian yang menerima informasi langsung bergerak cepat dan berhasil menangkap pria pengangguran ini.

Kasatreskrim Polres Mamuju Utara, AKP Pandu Arief Setiawan mengatakan saat ini masih mengembangkan kasus ini. Masih ada temannya yang dicari,” katanya, Jumat (10/4/2020).

Polisi menyita barang bukti berupa satu unit printer, satu unit set komputer dan lima lembar uang palsu pecahan Rp50 ribu. Termasuk uang tunai sejumlah Rp670 Ribu yang diduga adalah hasil penukaran saat membelanjakan uang palsu.

Motifnya, kata dia, karena pengangguran dan menghalalkan segala cara untuk memperoleh keuntungan. Apalagi, pelaku memang adalah seorang residivis dengan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

“Selain kasus upal juga terlibat curanmor dan pencurian barang elektronik di SMPN 2 pasangkayu,” katanya. (rul/fajar)

Komentar


VIDEO TERKINI