Dewan Gerah, Penanganan Corona di Makassar Sangat Lamban

Minggu, 12 April 2020 09:40

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR— Sejumlah Legislator Kota Makassar mulai gelisah dengan langkah lamban yang ditempuh Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb dalam penanganan virus corona. Bagaimana tidak, Makassar kini telah menjadi pusat penyebaran Covid-19 di Provinsi Sulawesi Selatan. Bahkan ditetapkan sebagai zona merah.

Data menunjukkan per hari ini Sabtu 11 April 2020, jumlah ODP di Makassar sebanyak 433 orang, PDP 152 orang, dan positif terjangkit corona sebanyak 110 orang.

Grafis ini mengkhawatirkan sejumlah pihak. Ketidak tegasan serta tidak terukurnya kebijakan pemerintah kota Makassar dianggap sebagai biang keladi melonjaknya persebaran corona.

Insiden penolakan jenazah pasien corona yang terjadi di dua lokasi berbeda menambah catatan hitam pemkot. Iqbal Suhaeb dianggap tidak responsif dalam memberi pemahaman kepada warga terkait protokol kesehatan penanganan Corona.

Pemkot juga dianggap menabrak kebijakannya sendiri. Di tengah anjuran physical distance atau jaga jarak, serta hindari kerumunan demi menekan persebaran covid-19, Pemkot justru melakukan pelantikan sejumlah pejabat eselon III dan IV termasuk lurah.

Wakil Ketua DPRD Makassar Nurhaldin NH menilai keputusan Pemkot melantik pejabat ditengah pandemi corona justru menabrak aturan sendiri. Nurhaldin meminta Pj Walikota untuk fokus melawan penyebaran corona, jangan malah membuat seremoni.

Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Makassar Supratman menyatakan dengan tegas insiden penolakan jenazah yang selama ini terjadi di Makasaar karena kurangnya sosialisasi dari pemkot dalam memberi pemahaman kepada warga terkait Covid-19.

Komentar


VIDEO TERKINI