Harga Anjlok, Pemuda Tani Desak Pemerintah Tetapkan HPP Jagung

Minggu, 12 April 2020 10:36

jagung yang dijual di Pasar Terong. (Dok.FAJAR)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Panen raya jagung di Sulawesi Selatan selama April hingga Mei 2020 berlangsung di tengah pandemi Covid-19. Petani memanen hasil produksinya di bawah bayang-bayang kekhawatiran, Sulsel menduduki rangking kedua Positif Corona di Indonesia.

Namun, kondisi itu kian diperparah dengan harga beli jagung ditingkat petani justru anjlok. Untuk jagung dengan KA 17 persen, harga beli di tingkat petani hanya sekitar Rp2.200-Rp2.300 per kilo, sementara harga beli di industri Makassar sebesar Rp3.150-Rp3.250 per kilo.

Di tengah pandemi yang membuat perekonomian melambat, dan harga berbagai barang kebutuhan melonjak tinggi, harga jagung malah anjlok, kondisi petani jagung yang sementara panen raya sungguh memprihatinkan.

Melihat kenyataan ini, Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Pemuda Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sulsel mendesak pemerintah menetapkan HPP (Harga Pembelian Pemerintah) komoditas Jagung di tingkat petani, sebagaimana HPP Gabah selama ini.

“Kami berharap angka HPP yang ditetapkan oleh pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertanian untuk komoditas jagung pada tahun 2020 ini bisa pada angka Rp3.500 per kilo untuk petani, dan HPP di Industri sebesar Rp4.500,” kata Ketua Umum DPP Pemuda Tani HKTI Sulsel, Rachmat Sasmito, Ahad (12/4/2020).

Bagikan berita ini:
2
4
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar