Harga Anjlok, Pemuda Tani Desak Pemerintah Tetapkan HPP Jagung

Minggu, 12 April 2020 10:36

jagung yang dijual di Pasar Terong. (Dok.FAJAR)

Pihaknya optimis jika HPP ini bisa diterapkan petani jagung di Indonesia akan bergairah, bisa mendorong posisi menjadi produsen jagung 5 terbesar di dunia, yang saat ini masih di posisi 8 setelah Amerika, Cina, Brazil, India, argentina, Ukraina dan Meksiko.

Dengan asumsi tingkat produktivitas petani jagung kita dikisaran 6 ton per hektare, maka petani hanya akan mendapatkan hasil penjualan sebesar Rp13.800.000 per hektarenya. Itu pun per hektarenya dikelola 4 sampai 5 petani. Biaya yang dikeluarkan per hektare jagung adalah sebesar Rp13.280.000 yang berasal dari biaya benih Rp1.500.000, pupuk Rp1.100.000, herbisida Rp580.000, insektisida Rp500.000, upah kerja Rp8.400.000 dan pasca panen Rp1.200.000.

Selain soal HPP jagung, pihaknya juga menyorot soal peran Kementerian Pertanian dan Pemprov Sulsel dalam mendorong petani jagung menerapkan GAP (Good Agricultre Practces) dan GHP (Good Handling Practices).

“Harapannya produktivitas komoditas jagung kita bisa meningkat dari rata-rata 6 ton/ha menjadi 8 ton/ha,” pungkasnya. (rls)

Bagikan berita ini:
10
4
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar