Innalillahi…, Legenda Pebalap F1 Sir Stirling Craufurd Moss Meninggal

Minggu, 12 April 2020 22:10

Foto ini diambil pada 5 Juli 2009. Legenda balap Inggris Stirling Moss mengendarai mobil Mercedes Benz W196 edisi 1954 p...

FAJAR.CO.ID, LONDON– Legenda dunia balap asal Inggris Sir Stirling Craufurd Moss meninggal dunia, hari ini Minggu (12/4). Moss meninggal pada usia 90 tahun setelah sakit berkepanjangan.

“Dia meninggal sebagaimana dia hidup, terlihat mengagumkan,” kata sang istri, Susie seperti dilansir dari Daily Mail.

“Dia hanya lelah pada akhirnya dan dia menutup mata indahnya,” lanjutnya.

Media Inggris menyebut Moss meninggal karena ada infeksi pada bagian dadanya. Dia mendapatkan infeksi itu di Singapura pada Desember 2016. Alhasil, Moss pensiun dari publik dua tahun kemudian.

Tak ada indikasi yang menyebut Moss meninggal berkaitan dengan virus korona.

Moss berada di jajaran pebalap Formula 1 terbaik sepanjang masa. Walaupun, dia tidak pernah menjadi juara dunia. Walau begitu, Moss empat kali finis runner-up.

Moss menjadi rekan satu tim juara dunia lima kali asal Argentina Juan Manuel Fangio di tim Mercedes. Moss memenangi 16 grand prix pada tahun 1950-an dan awal 1960-an.

Moss juga menjadi orang Inggris pertama yang memenangi grand prix di kandang sendiri. Dia mengalahkan Fangio di sirkuit Aintree, Liverpool untuk Mercedes pada 1955.

Dunia balap berduka atas kabar meninggalnya Moss, yang disebut oleh Formula 1 “legenda” dan “salah satu yang terbaik sepanjang masa”.

“Seorang pesaing yang luar biasa, pembalap yang sangat berbakat, dan pria yang sempurna. Dia meninggalkan tanda kebesaran tak terhapuskan pada sejarah motorsport internasional, “tulis McLaren.

Mantan pembalap F1 yang kini menjadi komentator Martin Brundle melihat Moss sebagai seorang pembalap yang tangguh dan sopan.

Sifat sportifnya, membuat Moss gagal menjadi juara dunia pertama asal Inggris. Itu setelah dia membela tindakan rival senegaranya Mike Hawthorn menyusul insiden di Grand Prix Portugal 1958.

Moss meyakinkan steward sehingga membuat Hawthorn terhindar dari penalti pemotongan enam poin. Hawthorn tahun itu pun memenangi kejuaraan dengan selisih satu poin.

“Saya merasa itu tidak benar dan saya datang dan memberi bukti atas nama Mike dan mengatakan dia tak seharusnya didiskualifikasi,” kata Moss seperti dilansir Reuters.

Moss memandang Grand Prix Monako 1961 sebagai balapan F1 terbaik yang dia jalani.

Karir dunia balapnya selesai pada 1962 menyusul kecelakaan di trek Goodwood di Sussex, selatan Inggris. Itu menyebabkan Moss koma selama satu bulan dan lumpuh sebagian selama enam bulan.

Pada 2000, Moss mendapat gelar bangsawan dari kerajaan Inggris karena kontribusinya di dunia balap. Putra dari dokter gigi itu kemudian pensiun dari segala kegiatan balap pada 2011 saat dia berusia 81 tahun. (jpc/fajar)

Bagikan berita ini:
7
9
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar