NGERI! Hampir 20 Ribu Tewas di AS Akibat Corona, Tertinggi di Dunia, Positif Lebih Setengah Juta Orang

Minggu, 12 April 2020 11:26

Foto: AFP/Reuters

FAJAR.CO.ID, NEW YORK—Angka kematian akibat virus corona di Amerika Serikat benar-benar mengerikan. Hingga pagi ini, tercatat sudah ada 19.651 warga yang meregang nyawa akibat virus ini yang menempatkan AS sebagai negara dengan jumlah kematian akibat virus corona tertinggi di dunia.

Gubernur Negara Bagian New York, Andrew Cuomo mengumumkan 783 kematian lebih lanjut di negaranya semalam. Dengan tambahan signifikan itu, AS melampaui jumlah kematian di Italia. Italia hingga pagi ini mencatatkan total 18.849 kematian.

Tak hanya jumlah kematian, AS juga menjadi negara dengan jumlah diagnosis positif virus korona tertinggi di dunia. Negara itu mengkonfirmasi saat ini sudah 508.402 orang dinyatakan positif terpapar Covid-19.

Sebelumnya, pada hari Jumat, AS mencatatkan korban meninggal terparah dalam satu hari. Itu setelah 2.028 orang dinyatakan meninggal di seluruh 50 negara bagian. Peningkatan angka kematian ini sudah diprediksi Presiden Donald Trump.

Sabtu pekan lalu, Trump memperingatkan Amerika bahwa akan ada ‘banyak kematian’ di AS dalam seminggu. Awalnya, jumlah kematian pada Jumat diklaim sebagai puncak. Namun, klaim lain muncul dan mengatakan bahwa puncak kematian masih beberapa hari lagi.

New York sejauh ini tetap menjadi negara bagian yang paling terpukul di AS, dengan lebih dari 175.000 diagnosis positfi dan 8.627 Covid-19 kematian. Tetapi jumlah orang yang dirawat di rumah sakit dan memakai ventilator telah menurun tajam dalam beberapa hari terakhir.

Angka kematian New York tampaknya telah stabil, dengan 783 orang meninggal pada hari Jumat, di tengah harapan penurunan jumlah pasien dalam perawatan intensif akan melihat bahwa jumlah itu turun dalam beberapa hari mendatang. New Jersey adalah negara bagian kedua yang paling parah terkena dampaknya, dengan 54.588 diagnosis virus corona, dan 1.932 Covid-19 meninggal. Awal pekan ini, Michigan mengambil alih posisi California sebagai negara dengan dampak terburuk ketiga dengan 22.783 positif dan 1.281 kematian.

Komentar


VIDEO TERKINI