Nyalakan Early System Warning di Daerah Tujuan Mudik

  • Bagikan

Mudik tengah berlangsung. Jika pemerintah tidak bisa mengontrol mudik, mestinya harus bisa mengontrol dampak mudik. Pemerintah di ibu kota harus menopang pemerintah daerah/desa yang menjadi tujuan mudik. Memenuhi kebutuhan daerah untuk mengantisipasi outbreak di desa-desa. Memetakan arus pemudik dan daerah-daerah yang menjadi tujuan mudik menjadi penting untuk segera dilakukan demi memperkuat pertahanan kesehatan masyarakat di desa. Puskemas yang menjadi layanan paling dekat di masyarakat mau tidak mau harus menaikkan fungsinya untuk sigap mendeteksi penyakit COVID-19 ataupun virus yang mungkin dibawa oleh pemudik.

Episentrum wabah ini adalah di kota. Melakukan arus mudik tanpa intervensi pembatasan jarak akan memperluas paparan virus pada masyarakat. Jika pemerintah tidak siap menopang faskes di daerah ataupun di desa, maka masyarakat yang terinfeksi virus tanpa mendapat perawatan. Masa wabah tentu akan semakin lama, dengan skenario terburuk angka kematian akan tinggi.

Arus mudik akan terus berlanjut ditengah penemuan kasus yang masih terbilang belum maksimal. Kondisi ini sederhananya seperti ini, banyak kasus belum terdeteksi di lapangan. Nah, kasus yang tidak terdeteksi ini bisa jadi terlibat arus mudik. Transmisi penularan bisa terjadi saat berada dalam perjalanan. Lalu akhirnya masuk ke daerah-daerah. Penularan massif terjadi saat mudik. 14 hari setelah transmisi oenulurana, penemuan kasus baru akan mulai bermunculan lagi. Mudik tanpa intervensi akan mengguncang faskes. Faskes melemah, dan kita akan banyak dirundung duka.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan