Nyalakan Early System Warning di Daerah Tujuan Mudik

Minggu, 12 April 2020 13:38

Harpiana Rahman

Episentrum wabah ini adalah di kota. Melakukan arus mudik tanpa intervensi pembatasan jarak akan memperluas paparan virus pada masyarakat. Jika pemerintah tidak siap menopang faskes di daerah ataupun di desa, maka masyarakat yang terinfeksi virus tanpa mendapat perawatan. Masa wabah tentu akan semakin lama, dengan skenario terburuk angka kematian akan tinggi.

Arus mudik akan terus berlanjut ditengah penemuan kasus yang masih terbilang belum maksimal. Kondisi ini sederhananya seperti ini, banyak kasus belum terdeteksi di lapangan. Nah, kasus yang tidak terdeteksi ini bisa jadi terlibat arus mudik. Transmisi penularan bisa terjadi saat berada dalam perjalanan. Lalu akhirnya masuk ke daerah-daerah. Penularan massif terjadi saat mudik. 14 hari setelah transmisi oenulurana, penemuan kasus baru akan mulai bermunculan lagi. Mudik tanpa intervensi akan mengguncang faskes. Faskes melemah, dan kita akan banyak dirundung duka.

Kita sudah terlalu banyak mengambil langkah yang lambat dalam penanganan wabah. Kita sudah terlalu banyak kehilangan nyawa, pun dokternya. Mengaktifkan early system warning di pemerintah daerah untuk melindungi desa khususnya, harus segera dilaksanakan sebagai langkah memperkuat pertahanan kesehatan masyarakat.

Bagikan berita ini:
8
6
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar