Pemkab Maros Dituding Tak Punya Konsep Tangani Covid-19

Minggu, 12 April 2020 09:49

Polres Maros hibahkan masker.

Pasalnya anggaran yang hanya sebesar Rp6 Miliar ini tidak jelas dianggarkan kemana.

“Bahkan sampai sekarang instruksi ke desa saja belum ada mengenai penggunaan massif anggaran desa dalam mengatasi virus corona,” katanya.

Tidak hanya itu, menurutnya penanganan terhadap yang terjangkit positif virus Corona juga sangat tidak serius.

“Contohnya saja di Desa Bonto Tallasa Kecamatan Simbang Kabupaten Maros, sudah ada 3 yang positif covid. Di Bantimurung juga ada sekitar 5 orang positif, akan tetapi tindakan Pemerintah Kabupaten hanya memeriksa atau mengambil sempel darah saja. Tidak ada tindakan lain. Sehingga warga yang positif mengisolasi diri dirumah tanpa diberi kejelasan dan tidak disuplai bantuan dari pihak Kabupaten,” jelasnya.

Bahkan pihaknya mendapat informasi jika warga positif bebas berkeliaran karena hanya isolasi di rumah saja tanpa ada tindakan jelas.

“Tentu ini sangat meresahkan masyarakat. Makanya kami berharap pemerintah Kabupaten Maros lebih serius mengatasi virus Corona agar tidak semakin menyebar,” harapnya.

Sementara itu Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maros, A Patarai Amir mengatakan seharusnya Pemerintah Daerah membuat ruang isolasi mandiri.

“Pemda harus membuat tempat ruang isolasi mandiri seperti Kabupaten-Kabupaten lain. Kalau kita kan ada rumah susun yang belum digunakan, untuk sementara bisa kita gunakan sebagai ruang isolasi,” tegasnya.(Rin)

Komentar