Prediksi, Ada 8 Bank Berpotensi Gagal?

Minggu, 12 April 2020 13:59

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Tiba-tiba muncul kabar ada delapan bank mengalami masalah (gagal) di tengah wabah virus corona. Kemungkinan bank gagal ini disebut terjadi jika situasi ekonomi semakin memburuk atau mengalami kontraksi.

Kontraksi ekonomi ini berarti pertumbuhan ekonomi minus alias di bawah nol persen. Skenario kontraksi ini sempat disampaikan beberapa pejabat negara.

Industri perbankan termasuk yang mengalami tekanan hebat dan kuat dari dampak ekonomi wabah virus corona ini. Risiko likuiditas, risiko kredit macet, dan risiko pembiayaan menjadi isu krusial industri perbankan saat ini.

Namun, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menjamin secara umum kondisi perbankan masih stabil di tengah penyebaran virus corona. Hal ini terlihat dari beberapa indikator industri perbankan per Februari 2020.

Sekretaris LPS Muhammad Yusron mengatakan pihaknya mengklarifikasi sejumlah pemberitaan yang menyebut delapan bank berpotensi gagal.

“Sehubungan dengan munculnya berita-berita terdapat delapan bank yang berpotensi gagal, kami ingin menegaskan bahwa berita tersebut tidak benar,” katanya dalam keterangan tulis di Jakarta, Jumat (10/4).

Ilustrasi

Yusron merinci, beberapa indikator kestabilan industri perbankan per Februari 2020, di antaranya, tingkat permodalan perbankan mencapai 22,27 persen dan kondisi likuiditas relatif cukup dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) mencapai 91,76 persen.

“Beberapa bank memiliki LDR lebih rendah, terutama BUKU I dan BUKU II yang berada level 81 persen hingga 82 persen,” ujar Yusron.

Komentar