Beber Rasio Utang dari Era Soeharto hingga Jokowi, Fadli Zon Sebut Utang Indonesia Lampaui Batas

Senin, 13 April 2020 08:56

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Anggota DPR Fadli Zon menyoroti lonjakan utang pemerintah di tengah pandemi virus corona (COVID-19). Kekhawatiran politikus Partai Gerindra itu bertambah seiring keputusan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menerbitkan sovereign bond atau surat utang berdenominasi mata uang asing senilai USD4,3 miliar atau setara Rp68,8 triliun (kurs USD = Rp 16.000).

Fadli menyatakan bahwa pada tahun ini pemerintah membutuhkan utang sebesar Rp741,84 triliun untuk kebutuhan pembiyaan. Mantan wakil ketua DPR itu mencatat realisasi Surat Berharga Negara (SBN) pada kuartal I 2020 mencapai Rp 243,83 triliun, alias sekitar 33,15 persen dari target penerbitan SBN tahun ini.

Namun, katanya, angka-angka itu belum memperhitungkan efek krisis Covid-19. Sementara pada kuartal II 2020, sambung Fadli, pemerintah melalui pandemic bond menargetkan bisa memperoleh Rp 449,9 triliun.

“Artinya, jumlah utang kita akan terus membengkak. Dengan memperhitungkan nilai tukar rupiah dan inflasi, diperkirakan pada akhir 2020 jumlah utang kita bisa mencapai Rp6.157 triliun,” tegasnya.

Lebih lanjut Fadli mengutip pernyataan ekonom senior Rizal Ramli tentang batas aman utang saat ini bukan 60 persen dari produk domestik bruto (PDB) sebagaimana diatur UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, melainkan cuma 22 persen. Sebab, batas aman yang digunakan dalam UU Keuangan Negara sebenarnya mengacu pada dua kali rasio pajak negara-negara The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) yang berada di kisaran 30 persen.

Bagikan berita ini:
7
3
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar