Intip Fasilitas Rusun Isolasi Mandiri Pemkab Maros

Senin, 13 April 2020 22:31

Pemerintah Kabupaten Maros melalui gugus tugas percepatan penanganan covid-19 bergerak cepat dalam menyiapkan rumah susun (rusun) untuk pasien positif covid-19 isolasi mandiri.

FAJAR.CO.ID,MAROS– Pemerintah Kabupaten Maros melalui gugus tugas percepatan penanganan covid-19 bergerak cepat dalam menyiapkan rumah susun (rusun) untuk pasien positif covid-19 isolasi mandiri.

Hal ini nampak dengan berbagai fasilitas yang mulai disiapkan bagi pasien positif Covid-19 atau masuk dalam riwayat Orang Tanpa Gejala (OTG).

Beberapa fasilitas yang disiapkan dalam kamar pasien isolasi mandiri yakni selain listrik dan air juga ada kulkas, televisi layar datar 32 inch, tempat tidur spring bed, dispenser, jemuran, handuk, sandal, kamar ber-AC dan fasilitas wifi untuk akses internet.

Sekretaris tim gugus tugas penanganan covid-19 Kabupaten Maros, Andi Davied Syamsuddin mengatakan fasilitas ini sejak pekan lalu mulai dimasukkan di kamar ukuran 4 x 4 meter ini termasuk AC yang telah dipasang.

“Jadi total ada 8 kamar yang disiapkan Pemkab Maros untuk pasien isolasi mandiri ini. Dimana di rusun ini disiapkan satu kamar untuk satu pasien dengan berbagai fasilitas didalamnya, hal ini kami lakukan agar pasien yang isolasi mandiri di rusun bisa betah dan tidak bosan karena mereka tidak boleh keluar selama proses isolasi. Termasuk akses internet akan segera kita pasang,” jelasnya.

Dia juga nengatakan jika rusun ini akan dijaga oleh pihak keamanan selama 24 jam dengan bekerjsama dengan pihak Polres Maros, Kodim 1422 Maros maupun Satpol PP agar pasien aman dan disiplin dengan isolasinya.

Tidak hanya itu, makanan pasien yang diisolasi juga akan disuplai minimal tiga kali sehari ditambah dengan susu, vitamin, jahe, madu untuk menambah daya tahan tubuh mereka.

Gugus tugas penanganan covid-19 juga memastikan akan memberikan keinginan-keinginan pasien yang diisolasi khususnya dalam hal makanan.

“Seperti pasien di Bantimurung yang diisolasi, ada yang minta ikan kering maka kami bawakan atau mereka butuh cemilan kami juga bawakan,” katanya .

Mantan Kadis Kominfo ini menegaskan jika kamar isolasi di rusun ini khusus bagi pasien yang mau isolasi ditempat ini.

“Jadi, hal pertama bagi pasien adalah ikhlas terpisah dari keluarga untuk diisolasi. Karena kalau mereka tidak ikhlas menjalani isolasi disini susah, bisa-bisa mereka lari dan itu akan lebih berbahaya,” jelasnya.

Terkait pasien yang saat ini isolasi mandiri di rumah masing-masing Andi Davied menjelaskan, pasien yang diisolasi sudah melaksanakan dengan disiplin.

Dia mengatakan jika pasien di Minasa Baji Bantimurung, Mandai maupun di Turikale melaksanakan isolasinya dengan disiplin.

“Hanya pasien yang di Pakere Kecamatan Simbang yang perlu edukasi dan pendekatan persuasif agar mereka paham dan mengerti pentingnya isolasi ini,” paparnya. (Rin)

Bagikan berita ini:
3
6
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar