Jenazah Sudah di Rumah Duka, RSUD Dibantu TNI Terpaksa Menjemput

Senin, 13 April 2020 08:50

ILUSTRASI. Petugas medis membawa jenazah yang meninggal karena corona. Foto : REUTERS/Andrew Kelly

Keluarga langsung minta jenazah dibawa pulang meskipun prosedurnya pasien meninggal tidak boleh diambil dalam dua jam. Akan tetapi keluarga minta segera dibawa pulang dengan membuat pernyataan di mana hasil laboratorium belum keluar.

Kemudian pada pukul 19.45 WIB, ujar Benny, pihak RSUD mendapatkan informasi dari Puskesmas Siak bahwa ternyata istri pasien baru pulang 19 Maret lalu dari Sumatera Barat. Ditambah pada 14 Maret istri pasien ada reuni bersama teman sekolahnya yang berasal dari Jakarta dan sebagainya.

“Kami hubungi lagi keluarga akhirnya anak pasien mengaku ibunya baru dari luar kota. Karena kita sudah punya sampel darah, kita konsultasi dengan spesialis paru dan akhirnya diputuskan untuk melakukan rapid test dan hasilnya positif COVID-19,” sebutnya.

Oleh karena itu, kata dia, pasien tersebut harus diselesaikan dengan cepat untuk dijemput kembali. Pihaknya didampingi TNI-Polri mendatangi rumah dan membicarakan hal itu untuk kemudian dimakamkan di Pemakaman Umum Suak Santai dengan protokol COVID-19.

“Pasien dianggap sebagai pasien dalam pengawasan COVID-19, tentunya prosedur penanganan pasien ini COVID-19. Prosedur pemakamannya dengan protokol COVID-19, tetapi kita sudah ambil swab tenggorokan dan hidung untuk kirim ke Jakarta. Mudah-mudahan dalam satu Minggu hasilnya keluar dan negatif, karena hasil rapid tes yang positif itu bisa saja hasilnya lain,” katanya. (ant/jpnn/fajar)

Komentar