Kabar Penolakan BPBD Sebagai Tempat Karantina, Begini Penjelasan Lurah Manuruki

Senin, 13 April 2020 19:16

Gedung BPBD Sebagai Tempat Karantina ODP dan PDP Covid 19

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kabar mengenai Lurah Manuruki menolak kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sulsel sebagai pusat isolasi pasien PDP dan ODP covid 19 dibantah langsung yang bersangkutan.

Lurah Manuruki Muhammad Ari Fadli, mengaku hal tersebut tidak benar. Dirinya datang di sana hanya memediasi sebagian warga yang menolak dijadikannya kantor BPSDM sebagai tempat isolasi pasien PDP dan ODP covid 19.

“Tidak seperti itu yang saya sampaikan, saya sudah sampaikan ke Pak Toto asisten 1 dan Imran Jausi, jadi intinya tadi saya sudah datang di sana ada memang penolakan warga setempat, saya cuma memediasi di sana, di sana sudah ada asisten 1 Pak Toto berdebat dengan warga setempat,” katanya kepada fajar.co.id, Senin (13/4/2020)

“Jadi ketika saya datang, Pak asisten tanya apakah sudah disosialisasikan dengan warga? Saya bilang sudah Pak. semalam saya sudah sosialisaikan kepada warga. Karena rapatnya itu minggu sore di kantor camat baru kami ada penyampaian,” katanya melanjutkan.

Ari menambahkan, sejauh ini yang mau diperjelas dari pihak kelurahan adalah masalah sampah nantinya. Dirinya takut sampah dari BPSDM dan sampah dari pasien covid 19 bercampur dan menjangkiti petugas sampah.

“Selama ini sampah dari diklat provinsi itu pihak kelurahan yang layani pengangkutan sampahnya. Selama ini sampah cuma sampah kantoran. Sekarang kan ada pasien ODP dan PDP yang dikarantina, otomatis kita mau tau bagaimana sistem pengelolaan sampahnya.Takutnya sampah kantoran dan pasien digabungkan petugas sampah, kami kena imbasnya,” ujarnya.

Komentar


VIDEO TERKINI