Kapal Pesiar Kepresidenan Disulap Jadi RS Darurat Corona

FAJAR.CO.ID, MANILA - Sepuluh hari lalu, Presiden Rodrigo Duterte memerintahkan Angkatan Laut (AL) Filipina untuk mengalihfungsikan kapal pesiar kepresidenan menjadi fasilitas karantina terapung bagi pasien virus corona. Kapal tersebut saat ini siap menerima pasien.

Kepala urusan masyarakat AL Letnan Komandan Maria Christina Roxas mengatakan bahwa AL telah merampungkan renovasi kapal itu, BRP Ang Pangulo, menjadi rumah sakit COVID-19. Kapal tersebut saat ini berlabuh di Davao City, kota asal Duterte di Filipina selatan.

Pada 3 April lalu, dalam taklimat malam yang disiarkan televisi, Duterte memerintahkan AL Filipina untuk mengubah kapal pesiar itu menjadi rumah sakit terapung di tengah meningkatnya jumlah kasus COVID-19 di negara tersebut.

Saat ini, Filipina mencatat 4.648 kasus COVID-19, termasuk 297 kematian dan 197 yang telah sembuh.

Menurut Roxas, kapal itu memiliki satu bangsal medis dan sejumlah kamar yang dapat menampung 28 pasien dan lima tenaga medis.

Kapal tersebut memiliki tiga kompartemen eksklusif bagi pasien COVID-19. "Dengan jarak 3 meter di antaranya," papar Roxas. Jalur akses bagi pasien dan petugas kesehatan juga terpisah, tambahnya.

Selain itu, Roxas mengatakan bahwa para awak akan tetap berada di kapal. Mereka akan diberi alat pelindung diri dan menjalani tes cepat (rapid test) antibodi.

Komandan AL Laksamana Muda Giovanni Carlo Bacordo mengatakan bahwa pihaknya akan menunggu instruksi Departemen Kesehatan Filipina untuk memindahkan pasien yang akan dikarantina di kapal pesiar kepresidenan tersebut. (xin/ant/jpnn/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah umar


Comment

Loading...