Klaster Baru dari Kapal

Grafis FAJAR

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Semua pihak harus waspada. Sebagian kapal menjadi satu klaster Covid-19.

KAPAL Motor (KM) Lambelu saat ini menjadi salah satu kapal yang diwaspadai dan dijaga ketat. Hasil rapid test (tes cepat), terdapat 26 orang positif Covid-19.

Kapal itu kini berlabuh di perairan Makassar, sekitar dua mil dari Pelabuhan Makassar. Ada 146 orang anak buah kapal (ABK) dan mitra di atas kapal itu. Sebelumnya, kapal ini ditolak di Maumere, NTT, Selasa, 7 April lalu. Saat itu, baru tiga yang dilaporkan positif Covid-19.

Kepala Otoritas Utama Pelabuhan Makassar Rahmatullah mengatakan pihaknya sampai saat ini masih menunggu surat resmi hasil tes swab para penumpang. Ia sudah mendapat informasi bahwa 26 penumpang positif Covid-19 seusai hasil tes.

“Tetapi sesuai protokol, kita baru bersikap kalau ada surat resmi,” ujar Rahmatullah kepada FAJAR, Minggu, 12 April.

Meski begitu, besar kemungkinan para penumpang di KM Lambelu tak menginjakkan kaki di Pelabuhan Makassar. Termasuk yang menunjukkan hasil tes yang negatif. “Mereka tetap di dalam (kapal). Nanti ikuti prosedur kesehatan yang akan dipantau langsung dari kapal,” ungkapnya.

Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb mengatakan proses isolasi tetap berjalan. “Jika ada yang harus mendapatkan perawatan lanjutan di rumah sakit, maka nanti ada kapal kecil yang jemput,” terangnya.

Sebelumnya Iqbal menegaskan penumpang kapal yang terdiri dari awak dan mitra tak boleh merapat di pelabuhan. Posisi kapal juga sekitar dua mil dari pelabuhan.

Hasil Resmi

Kapolres Pelabuhan Makassar AKBP Kadarislam Kasim mengatakan tim medis Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Makassar sudah melakukan pemeriksaan rapid test. Hasil resminya sedang ditunggu.

“Iye, diperiksa kemarin (Sabtu, 11 April). Karena ada 3 yang positif waktu d cek di Maumere. Kemarin sudah dicek oleh lagi tim KKP. Sementara menunggu hasil. Nanti disampaikan oleh tim kesehatan,” katanya.

Kapal tersebut tidak terlepas dari penjagaan. Ada lima petugas kepolisian berpatroli di sepanjang perairan agar seluruh ABK beserta mitranya tidak meninggal kapal. “Kalau di atas kapal ada sekuritinya,” ujarnya.

Status KM Lambelu sudah dikarantina. Tidak ada penumpang yang boleh turun tanpa ada persetujuan dari pejabat yang berwenang, dalam hal ini KKP. KM Lambelu berlabuh di perairan Makassar sejak Rabu, 8 April.

“Jika hasil pemeriksaannya sudah keluar akan dikarantina 14 hari. Dan penumpang (ABK dan mitra) diatas diisolasi mandiri, karena mereka punya kamar masing-masing,” imbuhnya.

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Ichsan Mustari sudah menyampaikan hasil pemeriksaan sementaranya, kemarin. Dalam siarannya, disebutkan, ada 26 awak KM Lambelu yang dinyatakan positif Covid-19.

“Kami melakukan uji swab kepada 42 kru KM Lambelu. Hasilnya 26 positif, 16 negatif,” ungkapnya.

Total awak KM Lambelu sebanyak 141 orang. Sisanya sebanyak 99 orang akan menjalani uji swab berikutnya. Semua awak kapal menjalani isolasi ketat di kapal.

“Jadi tidak boleh sandar atau turun. Warga Makassar tidak perlu khawatir. Besok (hari ini) akan dilakukan lagi uji swab kepada kru lainnya,” bebernya.

Covid-19 di KKP

Sementara itu, tujuh pegawai Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Makassar dinyatakan positif terpapar Corona Virus Disease (Covid-19). Belum diketahui lokasi dan waktu mereka terpapar.

Yang pasti, petugas KKP ini yang di garda depan menyaring pendatang yang masuk ke Sulsel via pelabuhan dan bandara. Mereka juga dipastikan tidak pernah menangani pasien Covid-19.

“Makassar sudah trasmisi lokal, jadi susah diketahui kontak penularannya. Karena di mana saja bisa,” ungkap Kepala KKP Kelas I Makassar, dr Darmawali Handako.

Awalnya, mereka berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP). Setelah swab test, hasilnya positif. Selama ODP, mereka juga tidak memeprlihatkan gejala yang serius.

“Gejalanya ringan, makanya setelah ada hasil swab, mereka kita istirahatkan di rumah masing-masing atau melakukan isolasi mandiri. Setelah kondisinya membaik baru diperiksa kembali dan semoga nanti hasilnya negatif,” jelas Darmawali. (fik-rin)

REPORTER: ARDIANSYAH-RUDIANSYAH
EDITOR: AMRULLAH B GANI-RIDWAN MARZUKI

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : rasid alfarizi

Comment

Loading...