Petani Muda Tergerus, Dominan Petani Tua Tanpa Teknologi

Senin, 13 April 2020 14:16

ILUSTRASI petani

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Pertanian menyatakan, jumlah petani yang saat ini dimiliki Indonesia mencapai 33,4 juta orang. Namun, mayoritas petani masih didominasi generasi tua yang jauh dari sentuhan teknologi.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi menuturkan, dari jumlah petani sebanyak 33,4 juta orang itu, sekitar 30,4 juta orang atau 91 persen merupakan petani generasi tua yang usianya mendekati 50 tahun hingga 60 tahun.

Adapun, petani yang masuk kategori generasi muda dengan usia antara 19-39 tahun hanya sekitar 9 persen atau 2,7 juta orang. “Penambahan petani muda ini masih tersendat. IPB sudah mengatakan, kalau tidak ada perubahan Indonesia akan mengalami krisis petani dalam 10 tahun mendatang,” kata Dedi dalam video conference, Senin (13/4).

Ia menyampaikan, dari laporan Badan Pusat Statistik (BPS) kurun waktu 2017-2018 sebanyak 415 ribu petani berusia 19-39 tahun berkurang. Padahal, kata Dedi, petani muda atau yang biasa disebut milenial mutlak harus terus ditambah jumlahnya. Sebab, generasi muda akan lebih dekat dengan teknologi sehingga akan muncul banyak inovasi yang bisa meningkatkan produktivitas dan kesehateraan usaha bidang pertanian.

“Mau tidak mau, kita harus lakukan regenerasi petani karena mereka yang paling berperan,” kata Dedi.

Keberadaan petani muda yang banyak melakukan inovasi akan menimbulkan minat bagi publik untuk terjun langsung ke usaha pertanian. Hal itu perlu dilakukan secara masif demi menjamin ketersediaan pangan nasional yang diproduksi dari dalam negeri.

Komentar


VIDEO TERKINI