TNI dan Polisi Bentrok, Pengamat Militer: Orang dalam Hati Tertawa

Senin, 13 April 2020 15:15

Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw, Senin (13/4) memberi penghormatan terakhir saat pelepasan tiga jenazah anggota Pol...

FAJAR.CO.ID, PAPUA– Pengamat Militer, Beni Sukadis menyesalkan peristiwa bentrokan antara aparat TNI dan Polri di Papua. Kondisi tersebut dianggap membahayakan bagi operasi keamanan dari kelompok separatis di Papua.

Beni menilai seharusnya TNI-Polri menujukan sikap solidnya dalam menjaga keamanan di Papua. “Justru itu, kan ini kenapa kok di antara TNI-Polri tidak solid gitu loh, padahal di sana kan ada kelompok separatisme yang harus diatasin oleh mereka,” kata Beni Sukadis saat dihubungi, Senin (13/4).

Peristiwa ini, kata Beni, sangat mengkhawatirkan bagi keamanan Papua. Pasalnya akan menimbulkan preseden buruk di benak masyarakat. ”Orang kan pasti mempertanyakan, paling tidak dalam hati tertawa. Anda sendiri saja nggak bisa mengurus antar sendiri kok, nih masyarakat umum pasti melihatnya begitu,” imbuhnya.

Sementara itu, terkait Polda Papua dan Kodam XVII/Cendrawasih membentuk tim gabungan menyelidiki kasus ini, dianggap Beni tidak efektif. Mengingat selama ini selalu tidak ada keterbukaan terhadap bentrokan yang melibatkan aparat TNI-Polri.

“Itu yang selalu terjadi sampai sekarang berkali-kali, dari tahun 2000-an awal sampai sekarang, kan selalu pakai tim, bentrok ada bikin tim independen, tapi nggak pernah dibuka,” pungkas Beni.

Diketahui, bentrok antar anggota Satgas Pamrahwan Yonif 755/20/3-Kostrad dengan anggota Polres Mamberamo Raya terjadi di Jalan Pemda I, distri Mamberamo Tengah pada Minggu pukul 07.40 WIT. Insiden ini disebut karena terjadi kesalahpahaman antar aparat. Akibatnya, 3 orang anggota polisi tewas dan 2 lainnya mengalami luka tembak dalam insiden ini. (jpc/fajar)

Komentar


VIDEO TERKINI