18 Alat Tes PCR Siap, Sehari Bisa Uji 9.000 Sampel

Selasa, 14 April 2020 11:47

TUTUP MATA: Linda Eka, pengunjung kafe Kopi Rolag, Surabaya, diambil darahnya tadi malam. Tim Gugus Tugas Jatim bersama ...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Jangan terkejut bila dalam waktu dekat terjadi lonjakan kasus positif Covid-19. Sebab, pemerintah segera mengoperasikan 18 alat uji polymerase chain reaction (PCR) yang baru didatangkan Kementerian BUMN. Alat tersebut mampu mendeteksi kondisi kesehatan banyak orang sehingga statusnya lebih cepat diketahui.

Sebanyak 18 alat itu mampu melakukan 500 kali tes setiap hari. Artinya, ada 9.000 sampel lagi yang bisa diuji setiap hari. Presiden Joko Widodo meminta sebaran tes PCR diperluas ke banyak daerah. Tujuannya, mengurangi antrean tes sampel, terutama di kawasan episentrum penularan Covid-19.

Delapan belas alat itu akan dipasang pekan ini. Jokowi tidak menjelaskan berapa kemampuan tes saat ini. Yang jelas, sejak kasus positif pertama diumumkan pada 2 Maret hingga kemarin, total yang telah dites PCR hanya 26.500 sampel.

“Tempat labnya dulu kan hanya 3, sekarang sudah menjadi 29 dari 78 yang dipersiapkan,’’ urainya saat rapat terbatas penanganan Covid-19 secara virtual di Jakarta kemarin (13/4).

Dengan kapasitas laboratorium tersebut, ke depan ada lebih dari 10 ribu sampel yang bisa diuji setiap hari. Peluang jumlah kasus bertambah banyak menjadi besar bila jumlah yang dites juga semakin banyak.

PCR berbeda dengan rapid test. Sebab, PCR bisa langsung dijadikan acuan seseorang positif Covid-19 atau tidak. Sementara itu, mereka yang dinyatakan positif oleh rapid test masih harus menjalani PCR untuk memastikan kondisinya. Karena itu, hasil rapid test tidak dimasukkan ke daftar pasien positif.

Komentar