18 Alat Tes PCR Siap, Sehari Bisa Uji 9.000 Sampel

Selasa, 14 April 2020 11:47

TUTUP MATA: Linda Eka, pengunjung kafe Kopi Rolag, Surabaya, diambil darahnya tadi malam. Tim Gugus Tugas Jatim bersama ...

Presiden juga meminta data-data terkait Covid-19 terintegrasi dengan baik ke sistem gugus tugas. Dengan begitu, semua informasi terkait kasus korona terdata dengan baik. Setiap hari harus ada perkembangan teranyar yang bisa diakses publik dengan mudah.

Ketersediaan alat pelindung diri (APD) juga disinggung dalam ratas tersebut. Pada intinya, pemerintah tidak akan membiarkan para tenaga medis yang merawat pasien bekerja dengan risiko tinggi. Karena itu, APD akan terus dipasok ke daerah untuk memenuhi kebutuhan.

Kepala Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo menjelaskan, bukan hanya PCR yang diminta diperbanyak. Rapid test juga akan diperbanyak sebagai langkah pengecekan awal. Doni menyatakan, pihaknya juga mengupayakan agar ketersediaan reagen mencukupi. Mengikuti kemampuan tes PCR. Dengan begitu, penggunaan PCR bisa dimaksimalkan. ’’Karena masa puncak Covid-19 di negara kita diprediksi terjadi pada 5 atau 6 minggu yang akan datang,’’ terangnya.

Hingga akhir pekan lalu, sudah terdistribusi sekitar 690 ribu set APD ke berbagai daerah. ’’Dan ini kami tingkatkan terus. Akan kami tambah terus,’’ tutur kepala BNPB itu. APD juga didistribusikan ke sejumlah asosiasi maupun perhimpunan dokter yang menangani Covid-19. Diharapkan, dokter-dokter yang berpraktik di zona merah juga menggunakan APD saat merawat pasiennya.

Selain itu, saat ini gugus tugas terus menjalankan kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional, perguruan tinggi, dan pihak swasta untuk memproduksi ventilator buatan dalam negeri. Tidak mungkin lagi mengimpor ventilator karena semua negara saat ini juga membutuhkannya.

Komentar


VIDEO TERKINI